Kamis, 18 Oktober 2018

Ricuh di Akhir Pertandingan, Perserang Ditahan Imbang Cilegon United

SERANG, (KB).- Derbi Jawara antara Perserang versus Cilegon United (CU) di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, Selasa (9/10/2018), berakhir tanpa pemenang. Dalam laga yang sempat diwarnai kericuhan di akhir pertandingan itu, Laskar Singandaru (julukan Perserang) dipaksa bermain imbang 1-1 oleh Laskar Geger Cilegon (julukan CU). Hasil tersebut, membuat ambisi Perserang untuk lolos ke babak 8 besar Liga 2 Indonesia semakin berat.

Pantauan Kabar Banten, bermain di kandang, Perserang sempat dibuat kewalahan oleh para pemain CU yang menerapkan gaya permainan terbuka. Peluang pertama bahkan diciptakan oleh pemain CU Nanang Aspirin yang mampu melepaskan tembakan namun belum menemui sasaran. Mendapatkan serangan dari para pemain CU, Perserang yang bermain dihadapan ribuan bala singandaru (suporter Perserang) tidak tinggal diam dan mencoba mengambil alih serangan.

Permainan atraktif satu dua sentuhan coba diterapkan oleh Ferry Aman Saragih dan kawan-kawan dari lini tengah lapangan. Namun kedisiplinan barisan belakang pemain CU mampu mematahkan alur serangan Perserang. CU yang sempat ditekan, justru berhasil mencetak gol dan membungkam stadion Maulana Yusuf di menit ke-13. Penyerang CU Jalwandi yang berdiri bebas di dalam kotak penalti Perserang berhasil melepaskan tembakan kearah gawang Perserang tanpa mampu dihalau penjaga gawang Tubagus Safrudin. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk tim tamu.

Tertinggal 0-1 membuat anak asuh Bambang Nurdiansyah (Banur) mencoba bangkit dengan menekan barisan pertahanan CU. Lima menit berselang, Perserang mampu menyamakan kedudukan melalui sepakan gelandang M. Ridwan. Pemain bernomor punggung 22 tersebut dengan cerdik mengkonversi umpan silang Oktovianus Maniani menjadi gol (1-1).

Di pertengahan babak pertama, kedua kubu sama-sama bermain terbuka. CU yang bertandang ke markas Perserang enggan menerapkan permainan bertahanan kendati kubu lawan berambisi menang demi peluang tiket lolos babak 8 besar. Kondisi tersebut dimanfaatkan betul oleh Perserang. Jelang babak pertama berakhir, sejumlah peluang emas sempat tercipta. Termasuk peluang M. Ridwan yang sudah berdiri bebas di depan mulut gawang CU, Sayang sepakan M. Ridwan belum menemui sasaran. Hingga babak pertama berakhir Perserang gagal menambah gol.

Pada jalannya babak kedua, Perserang terus menekan barisan pertahanan CU. Dua peluang berhasil diciptakan Perserang melalui top skornya, Okto. Sayang kedua peluang tersebut tak mampu dikonversi menjadi gol. CU yang terus ditekan mencoba mengembangkan permainan. Peluang emas CU sempat tercipta melalui penyerang andalannya Nanang Aspirin. Sepakan pemain bernomor 10 tersebut belum mampu menggetarkan jala Tb. Safrudin karena terlampau lemah.

Saat babak kedua berjalan, sebuah insiden sempat terjadi. Panasnya derbi sempat membuat kedua kubu terpancing emosinya. Beruntung, aksi saling dorong dan protes berhasil diredam oleh sesama pemain. Jelang babak kedua berakhir, CU berhasil mencetak gol melalui Andi Sopian. Namun gol pemain pengganti tersebut dianulir wasit karena dianggap telah terjadi offside.

Memprotes hakim garis

Dianulirnya gol tersebut, sempat membuat para pemain CU memprotes hakim garis. Mereka menganggap tidak terjadi offside. Kendati demikian, protes para pemain CU tersebut tidak digubris oleh wasit Steven Yubel Poli. Hingga babak kedua berakhir skor sama kuat tidak berubah.

Usai wasit meniup pluit tanda berakhirnya pertandingan, sempat terjadi sedikit kericuhan. Pemicunya, seorang ofisial CU masuk ke lapangan dan mencoba mendekati wasit, kondisi tersebut kemudian diprotes seorang yang diduga sebagai ofisial Perserang. Beruntung kericuhan berhasil diredam petugas keamanan sehingga situasi aman terkendali.

Usai laga, Asisten Pelatih Perserang Tubagus Tema Mursadat mengatakan kecewa dengan hasil tersebut. Menurut dia bermain di kandang seharusnya Perserang mampu meraih tiga poin. “Hasilnya tidak memuaskan namanya main di kandang harus sapu bersih (menang). Hasil ini membuat peluang untuk lolos babak berikutnya (babak 8 besar) tertutup,” ujar Tema.

Ia menjelaskan kegagalan timnya meraih poin sempurna dikarenakan para pemain terbawa emosi di lapangan dan tidak tenang. Kondisi tersebut berdampak pada tidak berjalannya strategi pelatih. “Permainannya hilang karena belum tenang itu saja menurut saya,” kata Tema.

Sementara itu, Pelatih CU Sasi Kirono Sumantri mengatakan peluang timnya untuk lolos babak 8 besar tipis. Kendati demikian, CU setidaknya mampu menjauh dari zona degradasi. “Untuk peluang ke depan (lolos babak 8 besar) saya rasa tipis walaupun ada,” kata Sasi.

Terkait hasil pertandingan CU tutur Sasi mensyukurinya. Menahan imbang Perserang dianggap sudah hasil yang baik kendati gagal menang. “Hasil pertandingan kami syukuri karena minimal tidak kehilangan poin di kandang Perserang itu sudah cukup Alhamdulillah,” tutur Sasi. (FI)*


Sekilas Info

Sumbang Prestasi di Asian Games 2018, KONI Banten Raih Penghargaan

JAKARTA, (KB).- Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Banten meraih penghargaan dari KONI Pusat, di Hotel …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *