Senin, 10 Desember 2018

Ribuan Warga Kota Serang Terancam Kehilangan Hak Pilih

SERANG, (KB).- Ribuan warga Kota Serang terancam kehilangan hak pilihnya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Serang. Sebab, mereka belum melakukan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang.

Kepala Disdukcapil Kota Serang, Ipiyanto mengatakan, jumlah warga yang belum melakukan perekaman tersebut diketahui dari data yang diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Namun, dia belum dapat memastikan di mana sebarannya.

“Sekitar 9.000 warga yang belum melakukan perekaman tersebar di beberapa kecamatan dan kelurahan mana saja itu yang harus kami ketahui. Karena, kalau sudah kami ketahui itu akan lebih memudahkan kami untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat untuk melakukan perekaman, sehingga sasaran Disdukcapil dalam pencapaian data penduduk yang ada di Kota Serang bisa mencapai 100 persen,” katanya, kemarin.

Menurut data Disdukcapil, jumlah wajib KTP-el di Kota Serang mencapai 400.000 lebih. Berbeda dengan jumlah dari Kemendagri, data penduduk Kota Serang yang belum perekaman hasil hitungan Disdukcapil Kota Serang mencapai 11.000. “Dari 11.000 ini juga belum valid apakah ada orangnya. Artinya itu bervariasi, dari yang 11.000 dari yang menurut perhitungan kami pertama bisa orangnya pindah alamat atau pindah ke wilayah lain. Kedua bisa saja karena orang ini meninggal dunia dan tidak melaporkan,” ujarnya.

Perekaman KTP-el, ucap dia, menjadi syarat warga mendapatkan KTP-el atau surat keterangan (suket). KTP-el dan suket tersebut yang nantinya digunakan untuk menyalurkan hak suara pada pilkada maupun pemilu. “Kalau tidak melakukan perekaman tidak dapat mendapatkan suket. Karena, suket dasarnya perekaman,” tuturnya.

Ia menuturkan, sudah menawarkan solusi kepada KPU Kota Serang, agar warga tersebut tetap mendapatkan hak suaranya, di antaranya dengan membuat dua suket, pertama suket yang menerangkan, bahwa telah melakukan perekaman KTP-el dan kedua suket yang menerangkan bawa warga yang bersangkutan merupakan penduduk Kota Serang yang sesuai dengan data yang ada.

“Pada saat itu, KPU sedang menunggu keputusan dari pusat. Belum ada jawaban dan ternyata informasi terakhir dari kementerian mengharapkan penduduk di semua wilayah telah melakukan perekaman,” katanya.

Terpisah, Ketua KPU Kota Serang, Heri Wahidin mengatakan, KPU Kota Serang belum menerima data jumlah warga Kota Serang yang belum melakukan perekaman. KPU baru akan mengetahui setelah ada pleno daftar pemilih hasil pemutakhiran yang dilakukan PPS dan PPK se-Kota Serang.

“Selesai rapat pleno PPS, kami akan follow up terkait dengan pemilih yang belum perekaman atau sudah merekam, tapi belum punya KTP atau suket, itu masuk dalam model AC. Nanti kami serahkan untuk ditindaklanjuti. Karena, menurut PKPU Nomor 8 Tahun 2018 saat ini pemilih wajib membawa KTP atau suket pada saat datang ke TPS, selain membawa formulir C6,” ujarnya.
KPU berharap, ada kerja sama antara KPU Kota Serang dengan Disdukcapil Kota Serang untuk menindaklanjuti warga yang belum melakukan perekaman KTP-el. (SN)***


Sekilas Info

Gandeng Investor, Pemkot Serang Olah Sampah Jadi Energi Gas

SERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menjajaki kerja sama dengan investor untuk menangani sampah di Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *