Ribuan Pelamar CASN di Kabupaten Serang Gugur

SERANG, (KB).- Ribuan pelamar dalam rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di Kabupaten Serang tidak memenuhi syarat (TMS). Pelamar yang gugur di tahap seleksi administrasi tersebut kebanyakan karena tidak sesuai dengan program pendidikannya.

Kepala Bidang Administrasi Kepegawaian pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang Mujiyati Erianis mengatakan, jumlah pendaftar CASN mencapai 16.736 orang. Dari jumlah tersebut untuk hasil sementara verifikasi yang memenuhi syarat lebih dari 13 ribu dan untuk TMS ada 2.000 lebih.

“Hari ini Senin (2/12/2019) terakhir verifikasi, masih ada 100 orang lagi yang belum, tapi selesai hari ini,” kata Eris kepada Kabar Banten saat ditemui di ruangannya.

Kebanyakan kata dia, pendaftar yang TMS karena salah memilih formasi atau tidak sesuai dengan program studi (Prodi)nya. Seperti akutansi mendaftar di analis program dan rencana kegiatan.

“Saya bingung apakah mereka kurang hapal prodinya atau bagaimana karena sudah jelas di ijazah prodi akuntansi tapi jabatan di formasi yang tidak butuh akutansi. Ada juga yang kurang teliti, seperti lamaran tidak pakai materai, tidak di tandatangani,” kata Eris.

Selain itu, kata dia, banyak juga yang diminta ijazah seperti perawat, itu butuh ners sama transkrip S1 keperawatan diupload.

“Itu kebanyakan cuma ners doang ada yang STR (Surat tanda registrasi) tidak di upload. Jadi banyak kekurangan dokumen, padahal pengumuman sangat jelas jadi itu lebih ke peserta,” katanya.

Eris mengatakan, setelah verifikasi tuntas, hasilnya akan diumumkan pada 16 Desember. Kemudian masuk masa sanggah selama tiga hari yakni 16 sampai 19 Desember.

“Masa sanggah ini bagi peserta yang merasa ada ketidakadilan. Nanti kita akan umumkan kembali hasil masa sanggah,” ujar alumni IPDN ini.

Formasi Minim Peminat

Sementara, untuk formasi yang sepi peminat, Eris mengungkapkan, formasi dokter spesialis kurang diminati. Untuk ahli pertama spesialis bedah anak dari satu formasi tidak ada pelamar. Kemudian ahli pertama spesialis bedah plastik dari dua formasi hanya satu pelamar, ahli pertama spesialis jantung dari dua formasi hanya dua pelamar.

“Dokter spesialis jantung, bedah plastik, bedah anak itu bisa enggak ke serap (formasinya), padahal kita butuh spesialis. Daerah lain juga sama, spesialis sedikit,” ujar Eris.

Ia menjelaskan, jika kemudian ada formasi yang kosong atau tidak ada peminat pihaknya juga tidak bisa berbuat apa apa. Sebab semua sudah dilakukan melalui sistem.

“Tidak bisa juga di perpanjang memang pendaftaran sudah ditutup jadi buat yang kosong berarti tidak terserap formasinya. Yang sudah masuk juga nanti ada CAT (Computer Asisted Test) yang bisa ke tahap selanjutnya itu yang bisa passing grade dan jumlahnya tiga kali jumlah formasi yang ada. Kalau pelamar cuma satu berarti SKD (Seleksi Kemampuan Dasar) cuma satu,” tuturnya.

Sementara, untuk pelamar terbanyak di formasi pelaksana terampil bidan dari 40 formasi jumlah pelamar mencapai 3.347. Kedua Analis rencana program dan kegiatan dari 17 formasi pelamarnya mencapai 1.877, serta ketiga formasi terampil perawat dari 41 formasi, pelamarnya mencapai 1.429 orang.

Secara umum kata Eris, pelamar kebanyakan berasal dari Provinsi Banten. Namun ada juga beberapa yang berasal dari Batam, Lampung hingga Jawa Barat. Menurut dia, banyaknya pelamar dari kabupaten/kota lain di Banten karena berbagai alasan.

“Seperti Lebak mungkin karena Lebak tenaga kesehatan tidak lengkap, provinsi juga tenaga kesehatan tidak ada pendidikan sedikit jadi dari kabupaten kota lain daftar ke Kabupaten Serang. Terus IPK (Indeks prestasi kumulatif) kita kan tidak setinggi kabupaten kota lain. Kalau di Tangerang minimal IPK 3,00 kalau kita kan swasta 2,75 dan negeri 2,5,” ucapnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here