Ribuan Pelamar CASN Ajukan Sanggahan

SERANG, (KB).- Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang mencatat sebanyak 1.239 calon aparatur sipil negara (CASN) di Pemkab Serang mengajukan sanggahan, sejak Senin-Kamis (16-19/12/2019). Sanggahan itu disampaikan melalui website Sistem Seleksi CASN Nasional (SSCN).

Kepala Bidang Administrasi Kepegawaian (Adpeg) BKPSDM Kabupaten Serang Mujiyati Erianis mengatakan, sampai saat ini sudah ada 1.239 orang pelamar yang mengajukan sanggahan. Hal tersebut setelah mereka dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

“Jadi masing-masing sanggahan kenapa tidak memenuhi syarat ada dalam sistem, misalnya ada yang STR (surat tanda registrasi) sudah tidak berlaku atau misalnya ijazah tidak linear. Dia melakukan sanggahan berdasarkan apa yang kita sampaikan,” ujarnya kepada Kabar Banten, Kamis (19/12/2019).

Ia menjelaskan, TMS yang bisa disanggah hanya yang terjadi karena kesalahan verifikator atau human error.

“Misal STR disebut tidak berlaku padahal ketika dicek dokumennya masih berlaku. Hal seperti itulah yang disanggah, tapi tidak bisa lagi upload dokumen. Karena di sistem saat seseorang mencetak surat registrasi itu sistem sudah tidak bisa diubah atau terkunci,” kata Eris sapaan akrabnya.

Dirinya menemukan beberapa kelucuan saat menerima sanggahan dari peserta. Sebab ada beberapa peserta yang menuliskan sanggahannya seperti curhat.

“Yang lucu itu kayak mohon maaf saya tidak upload sesuai aturan, minta tolong dibantu, banyak yang seperti curhat tapi kami by system. Kalau di sistem seperti itu kami tidak bisa (mengubah),” ucapnya.

Ia menjelaskan, pada pengumuman sudah jelas bahwa kesalahan upload atau salah data menjadi tanggung jawab peserta.

“Kenapa bisa ada sanggahan, itu untuk khawatir namanya manusia kerjakan sekian belas ribu ada kesalahan melihat data. Ketika dikroscek kembali betul (datanya) itu bisa jadi MS (memenuhi syarat). Pengumumannya nanti 26 Desember. Yang ajukan sanggahan itu kalau dicek ada kesalahan verifikator itu bisa ubah status. Ada (kesalahan verifikator) tapi enggak banyak,” katanya.

Kepala BKPSDM Kabupaten Serang Mohamad Ishak Abdul Rauf mengatakan, pengajuan masa sanggah ditenggat terakhir kemarin. Untuk sementara ada beberapa yang sudah menyanggah dan sedang diperbaiki.

“Dari sekitar 16.700 pelamar CASN, yang memenuhi syarat sekitar 13.600 pelamar. TMS ada sekitar tiga ribu lebih. Untuk pengumuman SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) Februari. Kalau administrasi 26 Desember. Nanti tes Februari di Puri Kayana,” ujarnya.

Sementara, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten mencatat terdapat 100 lebih pelamar CASN Pemprov Banten telah menyampaikan sanggahan. Sanggahan tersebut selanjutnya diverifikasi untuk menentukan status pelamar yang bersangkutan.

Kepala Sub Bidang Perencanaan, Pengadaan dan Pengangkatan BKD Banten Ade Nuryasin mengatakan, masa sanggahan untuk pelamar CASN Pemprov Banten yang TMS pada seleksi administrasi ditutup Kamis (19/12/2019). Jumlah pelamar TMS yang menyampaikan sanggahan tercatat di atas 100.

“Penyanggahan dilakukan melalui aplikasi (SCCN), tapi bisa kebaca oleh kami, terus oleh pusat juga kebaca,” katanya.

Masa sanggahan untuk mengantisipasi pelamar yang sudah lengkap secara administrasi namun dinyatakan TMS oleh panitia seleksi CASN. Kemungkinan ini bisa saja terjadi akibat ketidaktelitian panitia saat verifikasi berkas. “Takutnya memang verifikasi juga tidak teliti akhirnya TMS,” ujarnya.

Seluruh sanggahan yang masuk akan diverifikasi untuk menentukan status pelamar. Jika dalam verifikasi ternyata berkas pelamar lengkap sesuai persyaratan, yang bersangkutan bisa dinyatakan lulus seleksi administrasi.

Sementara jika ternyata tetap tidak sesuai, konsekuensinya pelamar tetap tak lolos. “Kalau lengkap nanti bisa menjadi MS,” ujarnya.

Hasil verifikasi masa sanggah akan diumumkan secara serentak pada 26 Desember 2019. Peserta dapat melihatnya melalui website BKD Pemprov atau website yang disediakan oleh pemerintah pusat. “Nanti ada pengumuman lagi,” ujarnya.

Belum jelas

Disinggung terkait tempat pelaksananaan Computer Assisted Test (CAT) bagi pelamar lolos seleksi administrasi, pihaknya belum bisa memastikan. Sejauh ini jadwal CAT masih tentatif dengan estimasi antara Januari dan Februari 2019. “Soalnya dari pusat juga belum jelas jadwalnya kapan pelaksanaannya,” katanya.

Ketidakjelasan waktu pelaksanaan CAT juga membuat pihaknya kebingungan dalam menentukan lokasi CAT. Beberapa kali pihaknya sudah booking tempat lalu batal akibat pengunduran waktu.

“Udah deal sewa tempat tanggal sekian ternyata kan diundur. Kan kita udah ngomong dengan pihak ketiganya. Kan mungkin pihak ketiganya tetap rugi juga kan,” ujarnya. (DN/SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here