Minggu, 19 Agustus 2018

Ribuan Mahasiswa Baru UIN SMH Banten Ikuti Pengenalan Akademik

SERANG, (KB).- Sebanyak 2.888 mahasiswa dan mahasiswi baru Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten mengikuti pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan (PBAK) di lapangan syariah, kampus 1 UIN SMH Banten, Kota Serang, Selasa (7/8/2018) pagi.

Ketua panitia, Teguh Sarwono mengatakan, kegiatan PBAK bertema “Optimalisasi PBAK dalam mewujudkan kampus unggul dan terkemuka berbasis Spieitualisme, Intelektualisme dan Profesionalisme (SIP)” yang akan berlangsung dari Selasa hingga Kamis (7-9) itu bertujuan untuk mengembangkan pemahaman dan kecerdasan akan budaya akademik kampus.

“Maksud kegiatan adalah untuk mendidik, membimbing dan mengarahkan peserta untuk memahami sistem pendidikan di UIN SMH Banten dan kemahasiswaan,” katanya saat melaporkan kegiatan dihadapan ribuan peserta PBAK.

Dikatakan Teguh, PBAK merupakan agenda wajib bagi mahasiswa baru ataupun lama yang belum mengikutinya untuk proses menyelesaikan studinya di kampus. Ia berharap dengan kegiatan PBAK mahasiswa bisa mengembangkan sikap kritis dan kreatifnya sebagai mahasiswa yang unggul.

“Dari jumlah 12.437 calon mahasiswa dan terpilih 2.888 mahasiswa, rasionya adalah satu beebanding empat. Hal ini melebihi target bapak rektor, untuk itu adik-adik patut bersyukur,” ucapnya.

Rektor UIN SMH Banten, Fauzul Iman menyampaikan dalam sambutannya kepada mahasiswa baru agar mampu menjadi mahasiswa yang berguna dan mahasiswa yang bangkit ditengah-tengah masyarakat.

Menurutnya, dalam mengikuti PBAK, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengikuti proses seremonialnya semata tetapi orientasi dari kegiatan pengenalan adalah membangun budaya akademik dilingkungan kampus.

“Jadilah mahasiswa yang tidak gampang marah, tidak bersifat radikal tetapu berguna ditengah masyarakat guna membangun bangsa,” katanya.

Dengan ilmu pengetahuan, wawasan dan keterampilan ia meyakini mahasiswa UIN bisa menjadi mahasiswa yang takwa, yang dimaksud takwa, kata Fauzul dalam artian penegakan perintah yang baik dengan wawasan yang berkualitas.

“Sehingga mahasiswa menjadi contoh bagi masyarakat baik secara berpakaian, lisan dan peebuatan yang baik, sehingga mahasiswa harum ditengah masyarakat menjadi contoh keteladanan yang bagus. Itulah yang disebut mahasiswa bangkit,” ujarnya. (Masykur)*


Sekilas Info

Popon Mia Aupikoh, Mahasiswa Unbaja Menangkan Kompetisi Lawatan Museum Negeri Banten

Mahasiswa Jurusan Teknik Universitas Banten Jaya (Unbaja) Popon Mia Aupikoh memenangkan kompetisi Lawatan Museum 2018 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *