Ribuan Guru Ngaji di Curug Terima Honor

Wakil Wali Kota Serang Subadri Usuludin saat menyerahkan honor guru ngaji, marbot, dan pemandi jenazah di Kecamatan Curug, Jumat (20/12/2019).*

SERANG, (KB).- Ribuan guru ngaji, marbot, dan pemandi jenazah di Kecamatan Curug, Kota Serang menerima honor dari Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. Penyerahan honor dilaksanakan di Halaman Kantor Kecamatan Curug pada Jumat (20/12/2019).

Hadir pada kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Subadri Usuludin, Camat Curug Andi Herianto, lurah di Kecamatan Curug, serta ratusan guru ngaji, marbot, dan pemandi jenazah.

Wakil Wali Kota Serang Subadri Usuludin mengatakan, meskipun jumlahnya tidak seberapa, jika dibandingkan dengan pengabdian para guru ngaji, marbot, dan pemandi jenazah. Tetapi, tujuan dari pemberian honor tersebut, sebagai bentuk pengakuan dari Pemkot Serang.

“Tujuannya, untuk guru ngaji mengentaskan buta aksara Alquran, karena guru ngaji mencetak anak bangsa, supaya senang membaca Alquran,” katanya seusai menyerahkan honor secara simbolis.

Kemudian, untuk marbot dan pemandi jenazah, meskipun honor per bulan hanya Rp 100.000. Ia berharap, dengan pengakuan tersebut, terjadi regenerasi pada pemandi jenazah.

“Kalau Pemkot Serang tidak cepat mengambil keputusan khawatir tidak ada regenerasi, sehingga orang sulit mencari pemandi jenazah,” ucapnya.

Saat ini, ujar dia, untuk guru ngaji di Kota Serang sekitar 4.300 orang dengan anggaran sekitar Rp 14 miliar per tahun. Khusus untuk Kecamatan Curug sendiri total anggaran per tahunnya mencapai Rp 2,3 miliar.

Camat Curug Andi Herianto menuturkan, pemberian honor terhadap guru ngaji, marbot, dan pemandi jenazah berpotensi mewujudkan masyarakat Kota Serang yang berdaya dan berbudaya, seperti visi misi Wali Kota Serang.

Jumlah guru ngaji di Kecamatan Curug, tutur dia, sebanyak 431 orang dengan anggaran sebesar Rp 1 miliar lebih, pemandi jenazah sebanyak 150 orang dengan anggaran Rp 180 juta, marbot sebanyak 119 orang dengan anggaran sebesar Rp 122 juta, RT dan RW sebanyak 230 orang dengan total Rp 690 juta.

“Sehingga secara keseluruhan sebanyak 1.155 orang dengan anggaran Rp 2,3 miliar setiap tahunnya,” katanya.

Ia menyambut baik terkait rencana Pemkot Serang yang akan membuat perda wajib mengaji bakda Magrib dan mematikan televisi. Saat ini, ujar dia, mengaji bakda Magrib masih dilaksanakan di Kota Serang. (Masykur/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here