Ribuan Balita Terserang ISPA

CILEGON, (KB).- Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mencatat, belasan ribu bayi di bawah lima tahun (balita) di daerahnya terserang penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Jumlah tersebut, tercatat sepanjang Januari-Juli 2017. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dr Ninik mengatakan, saat perubahan musim hujan ke panas ini, tercatat ada beberapa penyakit yang diderita balita usia 1-4 tahun di Kota Cilegon, di antaranya ISPA, pilek, batuk, diare, dan demam berdarah dengue (DBD).

“Tercatat pada Juli 2017 sebanyak 15. 039 jumlah balita yang tersebar se-Kota Cilegon dan berkunjung ke Puskesmas atau rumah sakit di mana balita tersebut mempunyai batuk-batuk atau kesukaran bernapas yang diduga menderita ISPA,” katanya, Kamis (14/9/2017). Menurut dia, jumlah kematian balita, karena pneumonia memang nihil, namun untuk penderita batuk pnemunoia di bawah usia setahun berkisar dengan jumlah 105 balita laki-laki dan perempuan 75 anak. ”Untuk di atas setahun di bawah 5 tahun mencapai 156 laki-laki dan 153 perempuan. Penderita penyakit ISPA, pilek dan batuk ini terjadi, karena perubahan cuaca dan juga padatnya penduduk, sehingga virus cepat menular,” ujarnya.

Ia menuturkan, jumlah yang paling banyak penderita ISPA ada di Kecamatan Citangkil dengan jumlah realisasi 110 orang, sedangkan batuk bukan pneumonia mencapai 3.853 orang. Sementara, untuk Agustus saja yang bukan batuk pneumonia mencapai 1.536 anak. Untuk penderita ISPA usia lebih dari 5 tahun yang bukan pneumonia mencapai 2.890 orang dan pneumonia berat mencapai 7 kasus.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat harus waspada juga terhadap penyakit diare.  “Walaupun memang belum ada data sampai dengan meninggal karena diare, masyarakat juga harus mewaspadai penyakit diare di musim kemarau ini. Diare bisa terjadi kepada balita, karena jajan dan pola makan yang kurang bersih, biasakan cuci tangan sebelum makan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Cilegon, Dr Sri Rejeki menuturkan, jumlah kasus pneumonia pada balita tahun ini cenderung meningkat dibanding kasus pada medio yang sama tahun lalu. “Kalau diamati, peningkatan kasus berada pada April sampai September atau periode musim kemarau. Salah satu penyebab pneumonia, yakni bakteri yang terbawa dari asap atau debu di lingkungan sekitar,” tuturnya.

Menurut dia, balita yang menderita pneumonia biasanya mengalami sesak napas disertai batuk-batuk. Dalam kondisi pneumonia berat, demam tinggi turut menjangkiti tubuh balita. ISPA pneumonia disebabkan oleh bakteri dan kuman, bukan radang paru-paru. Balita, kata dia, harus banyak minum, istirahat, dan makan makanan yang bergizi. ISPA itu penyakit self limiting disease, artinya bisa sembuh dengan sendiri. (H-45)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here