Selasa, 21 Agustus 2018

Ribuan Anak Putus Sekolah

TANGERANG, (KB).- Faktor kemiskinan menjadi salah satu faktor utama tingginya angka putus sekolah di Kota Tangerang. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang, angka putus sekolah mencapai 1.200 anak. Melihat tingginya angka putus sekolah, sepatutnya Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang tidak menutup mata demi masa depan generasi penerus bangsa. Pemerintah berupaya untuk mengatasi angka putus sekolah dengan cara menggratiskan biaya sekolah.

Kepala Disdik Kota Tangerang, Abduh Surahman mengatakan, untuk saat ini ada 1.200 anak yang putus sekolah di Kota Tangerang. Untuk mengatasi hal tersebut, Disdik Kota Tangerang secara bertahap memasukkan atau mengarahkan anak yang putus sekolah ke sekolah nonformal. “Mereka kami masukkan ke sekolah nonformal, yakni kejar paket A, B, dan C. Sebab, faktor usia yang mengharuskan mereka tidak lagi dapat menempuh sekolah formal,” katanya, Selasa (8/5/2018).

Sementara itu, Praktisi Pendidikan Kota Tangerang, Ahmad Badawi meminta tindakan nyata Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk mengatasi masih tingginya angka putus sekolah. “Angka putus sekolah ini disebabkan, karena faktor ekonomi, selain faktor lingkungan dan keluarga,” ujarnya.

Menurut dia, pemberian subsidi pendidikan kepada warga miskin juga harus diutamakan, daripada menggratiskan biaya sekolah anak pejabat. “Diharapkan pengentasan anak putus sekolah terus dilakukan Disdik Kota Tangerang, karena bersinggungan langsung dengan program Tangerang Cerdas yang telah digulirkan Pemkot Tangerang,” tuturnya.

Dibedah

Masih tingginya jumlah warga Kota Tangerang yang berada di garis kemiskinan, beragam program telah dilakukan Pemkot Tangerang. Salah satu untuk mengentaskan persoalan tersebut dalam dengan program bedah rumah.
Di tahun ini, Pemkot Tangerang melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Tangerang akan membedah 1.200 rumah warga yang sudah masuk dalam pendataan.

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Tangerang, Dafiar Eliadi, program bedah rumah dalam tahap persiapan. Untuk jumlahnya sebanyak 1.200 rumah, terdiri dari 1.000 rumah akan dibiayai anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kota Tangerang 2018 dan 200 rumah dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN).

“Untuk program bedah rumah ini ditargetkan akan selesai di 2018 ini,” katanya. Program bedah rumah tersebut, bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di Kota Tangerang serta memberikan tempat tinggal layak bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Dadi Budaeri, bahwa program bedah rumah menjadi salah satu skala prioritas Pemkot Tangerang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Masyarakat yang membutuhkan memang menjadi perhatian khusus bagi Pemkot Tangerang,” ujarnya seraya menambahkan, jika program bedah rumah dilakukan sejak 2015 silam.

Ia menuturkan, mereka (warga) yang mendapatkan program bedah rumah tentunya sesuai dari hasil survei yang dilakukan oleh tim. “Data yang masuk merupakan hasil survei yang dilakukan oleh masing-masing kecamatan serta adanya keterkibatan dari Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM),” ucapnya. (DA)*


Sekilas Info

Wahidin Halim: Ayo Cermati Pergub Pendidikan Gratis

Tak terasa, setahun sudah program pendidikan gratis berjalan di Provinsi Banten. Di Jawa Timur, pendidikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *