Revitalisasi TPAS Cilowong Direncanakan 2020

SERANG, (KB).- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang akan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong pada 2020. Hal tersebut, bersamaan dengan akan dilakukannya penataan ulang dan revitalisasi Cilowong pascalongsor beberapa bulan lalu.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Tendian mengatakan, persiapan pembangunan TPAS Cilowong baru masuk ploting (perencanaan) anggaran. Hal tersebut, karena pimpinannya menginginkan dua institusi yang akan ditekankan, yakni Unit Pelayanan Teknis (UPT) Lab dan UPT Cilowong.

Menurut dia, jika keduanya sudah ada, maka UPT Bidang Persampahan di Cilowong akan optimal kembali pengelolaannya. “Nanti itu kan ada penghijauannya, ada penataannya, revitalisasi, dan ada tempat bermainnya juga. Jadi, UPT Perbekalan juga akan pindah ke situ (Cilowong). Rencana itu di 2020,” katanya, Ahad (26/5/2019).

Sementara, untuk revitalisasi TPAS Cilowong, pihaknya akan memanfaatkan fasilitas yang ada dengan menggunakan konsep paku bumi dan beronjong. Agar selter A, B, dan C bisa bermanfaat kembali.

“Jadi, kalau kemarin itu tidak ada paku bumi, sehingga tidak bisa menahan longsor. Nah, di tahun yang akan datang ini, kami akan coba menggunakan beronjong, supaya tidak terjadi longsor lagi,” ujarnya.

Dengan adanya rencana tersebut, dia berharap, dapat lebih bermanfaat dan lebih aman dari sebelumnya. Selain itu, pihaknya juga masih mencari investor yang bisa memanfaatkan TPAS Cilowong. Baik dalam pengelolaan sampahnya maupun pengelolaan biogas yang dihasilkan dari sampah. Selama ini, ucap dia, belum ada yang bisa dimanfaatkan dari TPAS tersebut.

“Sebetulnya, kami sudah siapkan tanah seluas 2,5 hektare untuk investornya. Tapi, kami juga sedang mengkaji dahulu peruntukkannya. Kalau sudah ada investornya, nanti di tahun depan. Kami akan tambah lagi tanahnya seluas 2,5 hektare. Jadi, kami hanya mengunci dari fasilitas tanahnya saja,” tuturnya.

Sebelumnya, pada rencana awal, pihaknya akan melakukan pembebasan lahan yang berada di kanan TPAS Cilowong. Namun, lokasi tersebut, terjadi longsor, beberapa waktu lalu. “Maka dari itu, yang akan dilakukan pembebasan lahan sebelah kiri dulu. Pemilik tanahnya pun sudah ingin segera dibebaskan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala DLH Kota Serang Ipiyanto menuturkan, perbaikan yang telah direncanakan tersebut, selain berupa perbaikan sarana, juga penguatan terhadap wilayah yang dijadikan TPAS.

“Untuk TPAS itu, kami memang sudah merencanakan untuk menanam pohon jati. Karena, kan pohon jati itu akarnya kuat, jadi mampu untuk menahan longsoran di tebing,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya merencanakan menanam tanaman yang dapat menghasilkan aroma yang wangi. Sehingga, polusi udara yang ditimbulkan dari sampah tersebut, dapat diminimalisasi.

“Tanamannya tidak hanya jati saja. Tapi, juga yang menghasilkan wewangian, seperti melati, itu kan aromanya wangi, jadi rencananya akan ditanam juga. Setidaknya kan bau yang ditimbulkan oleh sampah yang menumpuk itu dapat diminimalisir,” ucapnya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here