Kamis, 21 Juni 2018

Revitalisasi tak Mengubah Identitas Banten Lama

Penataan kawasan Banten Lama di Kecamatan Kasemen Kota Serang dipastikan tidak akan mengubah nilai-nilai budaya maupun identitas ikon Provinsi Banten tersebut. Dalam proses revitalisasi tersebut, Pemprov Banten melibatkan Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten. “Yang pasti kita sudah koordinasi dengan Balai Pelestarian Budaya. Dan mereka menyupport itu. Biar kita enggak salah langkah,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) M Yanuar, Jumat (9/2/2018).

Ia menjelaskan, ada zona-zona yang memang menjadi wilayah terlarang untuk diubah, seperti bangunan cagar budaya.”Ada zona inti, makanya ada pendampingan dari mereka (Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten). Jangan sampai penataan yang kita lakukan, dari sisi kebudayaannya karakteristik kebantenannya malah hilang atau berkurang. Pak Gubernur juga minta jangan terlalu mencolok marmernya, jangan warna-warni,” kata Yanuar.

Ia mengungkapkan, pada 2018 ini penataan kawasan Banten Lama dimulai dari pekerjaan plaza, pendestrian keliling surosowan, akses masuk area kawasan, pekerjaan ruang terbuka publik Keraton Kaibon, amphitheater (panggung terbuka), dan rehab jembatan rantai. “Basic design-nya sudah ada, kan udah mau proses lelang. Nanti hasil dari lelang manajemen konstruksi itu didetailkan berdasarkan basic design yang ada. Contoh, kan ada benda cagar budaya di tempat parkir, di tempat PKL juga ada. (Desain) Itu kan belum. Kalau melihat di gambar itu sepertinya marmer semua, padahal kan tidak,” kata mantan Kepala Dinas Kesehatan ini.

Ia mengatakan, saat ini masih dilakukan proses lelang untuk jasa manajemen konstruksinya (MK). “Jadi nanti lebih detail lagi. Kurang lebih April lah mulai fisik. Itu disusun oleh jasa MK, yang menyempurnakan itu. Detailnya nanti kelihatan, misalnya dihitung tiang listrik berapa, harganya berapa. Jadi yang melakukan MK ini mengawasi sekaligus merancang bangun,” tuturnya.

Untuk merevitalisasi kawasan Banten Lama tahap awal tersebut, dianggarkan sekitar Rp 100 miliar.”Sekitar Rp 100 miliar. Fisik itu sekitar Rp 70 miliar. Kemudian untuk pembebasan lahan 4,3 hektare sekitar Rp 22 miliar, dan sisanya untuk jasa MK dan persiapan-persiapan,” ujarnya. Ia berharap, di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim dan Andika Hazrumy, wajah Banten Lama berubah signifikan.”Pak Wagub juga bilang banyak yang dukung, beliau sudah ketemu BPJS Ketenagakerjaan, BI, dan BJB,” ujarnya.

Selain itu, pembangunan lainnya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yaitu menormalisasi kanal yang berada di kawasan wisata religi tersebut. Tak tanggung-tanggung, Rp 100 miliar disiapkan pemprov dengan mekanisme tahun jamak (multiyears). “Di mulai tahun ini dan ditarget selesai tahun besok. Total anggarannya Rp 100 miliar,” kata Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Hadi Soeryadi, ditemui di Masjid Raya Albantani, KP3B, Kota Serang, kemarin. Kanal tersebut akan diaktifkan kembali dengan mengaliri air laut ke dalam kanal tersebut dan kembali dialiri ke laut. Atau dialiri air yang bersumber dari Sungai Cibanten dan berakhir di laut. “Nanti kan biar bisa main air di situ,” kata Hadi. (Rifki Suharyadi)***


Sekilas Info

Para Calon Anggota Legislatif Wajib Tahu Ini

SERANG, (KB).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengganti Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2017 dengan Peraturan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *