Revitalisasi Situ Rawa Arum Rp 180 Juta

Situ Rawa Arum Cilegon.*

CILEGON, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mulai melakukan revitalisasi pada objek wisata air tawar Situ Rawa Arum, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol. Pada agenda pemugaran tersebut, Pemkot Cilegon mengeluarkan anggaran hingga Rp 180 juta.

Hal tersebut diketahui setelah Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), unsur Kecamatan Grogol, Kelurahan Rawa Arum, juga LSM Gapura menggelar rapat teknis pembahasan revitalisasi Situ Rawa Arum.

Pada rapat yang dilaksanakan di Ruang Rapat Dinas PUTR Kota Cilegon tersebut, diketahui ada sejumlah tahapan yang akan dilakukan.

“Nanti diawali dengan normalisasi situ, kemudian dilanjut dengan pemagaran dan pengambilan gulma. Kami ingin kedalaman situ kembali normal, ini agar fungsi serapan air tetap ada,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUTR Kota Cilegon Muhammad Ridwan, di sela-sela acara.

Menurut dia, pemkot juga sedang menyusun detail engineering design (DED). Hal tersebut untuk kepentingan kegiatan fisik di sekitar situ. “Saya berharap, DED bisa segera selesai, agar pekerjaan konstruksi dapat segera dilakukan. Mengingat waktu pemanfaatan anggaran efektif tersisa tinggal tiga bulan,” ujarnya.

Berdasarkan informasi, pembuatan DED kegiatan fisik Situ Rawa Arum akan memakan anggaran Rp 180 juta. Sementara, kegiatan normalisasi dan pemagaran keliling situ kurang lebih Rp 900 juta.

“Jika ada masukan dari masyarakat seperti perlu lahan parkir, gapura, dan sebagainya bisa kami masukkan dalam DED itu. Apalagi arahnya nanti untuk pengembangan wisata,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua LSM Gapura Husen Saidan meminta, agar validasi luas lahan situ turut menjadi perhatian Pemkot Cilegon.

“Dulu di era Jawa Barat, luasannya 17 hektare, sebelum itu diserahkan ke provinsi (Banten) itu ada tanah bengkok 4,6 hektare dan kami perluas menjadi 8 sampai 12 hektare. Tapi, sampai sekarang belum ada kejelasan, jadi kami harapkan divalidasi, ada batasan lahan warga,” ucapnya.

Lurah Rawa Arum Saptunji Aziz membenarkan, bahwa luasan situ tersebut belum ada kepastian. “Waktu itu memang pemda pernah lakukan pengukuran, pelaporannya luas lahan itu kurang lebih 12 hektare, sekitar 11 hektare koma lah. Tapi, kaitan pencatatannya berapa, kami belum tahu,” katanya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here