Revitalisasi Situ Rawa Arum Rp 10 M

Situ Rawa Arum Cilegon.*

CILEGON, (KB).- Revitalisasi Situ Rawa Arum, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, merupakan salah satu kegiatan prioritas Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon.

Pada kegiatan yang terdiri dari pendalaman air, pembangunan pagar, serta tanggul di sekitar Situ Rawa Arum ini, akan menghabiskan anggaran kurang lebih Rp10 miliar.

Kepala Seksi Perencanaan Teknis Bidang Sumber Daya Air (SDA) pada Dinas PUTR Kota Cilegon Muhammad Ihsan mengatakan, pihaknya akan melakukan pendalaman dasar situ hingga 2 meter. Selain itu, juga membersihkan situ dari gulma dan lain-lain.

“Sekarang ini kan mengalami pendangkalan, kami akan dalami hingga dua meter. Itu cukup sulit, karena menggali dasar situ yang tergenang air,” katanya saat ditemui di ruang rapat Kantor Dinas PUTR Kota Cilegon, Kamis (17/10/2019).

Saat itu, Dinas PUTR Kota Cilegon menggelar rapat revitalisasi Situ Rawa Arum. Hadir pada rapat itu, para pejabat Bidang SDA pada Dinas PUTR Kota Cilegon, sejumlah lurah, dan konsultan proyek revitalisasi Situ Rawa Arum.

“Barusan kami melakuan ekspose kegiatan, untuk kepentingan penyusunan DED,” ujarnya.

Menurut Ihsan, kegiatan tersebut akan memakan anggaran hingga Rp10 miliar. Bicara tentang pembebasan akses masuk situ, ia mengatakan hal tersebut bukan tanggung jawab dinasnya. “Pembebasan akses masuk bukan bagian kami,” ujarnya.

Ia mengatakan, kegiatan fisik revitalisasi akan dilakukan pertengahan Oktober. “Dalam waktu dekat akan segera dilaksanakan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua LSM Gapura selaku pengelola Situ Rawa Arum, berharap jika Pemkot Cilegon tidak fokus hanya pada pembangunan fisik situ. Namun juga menata seluruh aspek Situ Rawa Arum.

“Harapan saya, jangan fokus pada satu hal, tapi seluruh aspek tolong juga diperhatikan. Seperti halnya parkiran kendaraan dan akses masuk situ,” ucapnya.

Ia pun menilai sejumlah OPD yang terlibat dalam proyek revitalisasi Situ Rawa Arum kurang serius. Ini dilihat dari tidak hadirnya OPD-OPD terkait.

“Kenapa Bagian Aset pada BPKAD, lalu dari Bappeda, serta dari Disparbud tidak hadir. Jangan-jangan kegiatan ini dipandang tidak penting oleh mereka,” katanya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here