Revitalisasi Sekolah di Kota Serang Terkendala Anggaran

sekolah rusak

SERANG, (KB).- Program revitalisasi atau pembangunan gedung SMP di Kota Serang belum maksimal karena terkendala minimnya anggaran.

“Belum banyak, baru beberapa saja (yang direvitalisasi). Karena anggaran yang diberikan untuk program itu terbatas. Jadi, belum bisa menyeluruh dan maksimal untuk itu,” kata Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana (Sarpras) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Serang Rahmat Saleh, Kamis (25/04/2019).

Ia mengatakan, untuk revitalisasi satu sekolah, pihaknya bisa menghabiskan minimal anggaran sebesar Rp 1,5 miliar. Sedangkan, anggaran yang diberikan untuk program tersebut tidak mencapai dua sekolah. “Kalau anggarannya kami pakai untuk revitalisasi, nanti yang lainnya engga kebagian,” katanya.

Saat ini, ada satu sekolah yang sedang dilakukan revitalisasi. Namun baru sebagian saja, dan akan dilanjutkan kembali ketika anggaran sudah turun. “SMPN 3 itu sedang dalam pengerjaan. Tapi baru sebagian, jadi nanti dilanjutkan lagi,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, ada 79 SMP di Kota Serang yang terdiri atas 29 SMP negeri, dan 50 SMP Swasta. Dari jumlah tersebut baru enam sekolah negeri yang dilakukan direvitalisasi. “Tahun lalu kami sudah bangun tiga sekolah, kemudian di tahun ini baru satu sekolah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program revitalisasi yang dimaksud yaitu pembangunan gedung sekolah berlantai dua. Menurutnya, Kota Serang yang merupakan ibu kota Provinsi Banten harus bisa mencerminkan kalau sarana dan prasarana pendidikannya sudah memadai. “Dimulai dari gedung sekolahnya terlebih dahulu. Jadi sudah bisa terlihat, para siswa dan siswi nyaman dalam melakukan proses pembelajaran,” katanya.

Namun, ia enggan menyebutkan berapa alokasi anggaran untuk revitalisasi gedung SMP pada tahun anggaran 2019. Ia menuturkan, saat ini sejumlah sekolah, terutama SMP mengalami kepadatan murid akibat adanya sistem zonasi.

“Kalau menurut saya, zonasi itu tidak efektif. Kasian kepada anak-anak usia sekolah lainnya yang tidak memiliki sekolah SMP di daerahnya. Seperti di Sayar, kemudian Karangantu dan Walantaka, apakah ada sekolah SMP disana, itu tidak ada,” ujarnya.

Kepala Disdikbud Kota Serang Akhmad Zubaidillah mengatakan, pada Mei nanti sistem zonasi ini akan lebih diprioritaskan. “Jadi, 90 persen zonasi, kemudian 5 persen prestasi dan 5 persen lagi mutasi. Tapi saya berharap 95 persen ini zonasi semua,” katanya.

Menurutnya, sistem zonasi adalah cara paling efektif untuk membatasi siswa di sekolah. Karena berdasarkan data dan informasi yang didapatnya, kebanyakan sekolah-sekolah di Kota Serang dipenuhi dengan siswa dari luar Kota Serang.

“Dengan adanya zonasi, tentu kami akan memprioritaskan siswa yang terdekat dan berasal dari daerahnya. Kan semuanya memiliki sekolah, jadi bisa seimbang antara daerah sini dan lainnya,” ujarnya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here