Senin, 25 Juni 2018

Revitalisasi Pasar Ciputat, 150 KK Terancam Digusur

TANGERANG, (KB).- Ratusan kepala keluarga (KK) yang berada di sekitar Pasar Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan terdampak program revitalisasi. Rencananya, pusat kegiatan ekonomi tradisional terbesar di kota pemekaran dari Kabupaten Tangerang tersebut akan diperbaiki.

Pemerintah Kota Tangsel berencana mengubah Pasar Ciputat menjadi lebih rapi serta nyaman ditempati pedagang dan dikunjungi konsumen. Meski demikian, tentu sulit dihindari jika program revitalisasi akan berdampak bagi masyarakat sekitar. “Yang saya tahu ada kurang lebih sekitar 150 yang akan dibebaskan. Ya inginnya sih berjalan lancar saja dan masyarakat jangan ada yang dirugikan,” kata Lurah Ciputat, Cecep Iswadi kepada wartawan, Sabtu (19/5/2018).

Ia khawatir pada saat proses pembebasan lahan nanti berjalan akan menimbulkan polemik di tengah warganya. Sebab, proyek pasar tradisional akan menggusur permukiman warga yang berdiri di atas lahan aset pemerintah daerah setempat. Ia menjelaskan, proses penyerahan berkas kepemilikan lahan yang kini dihuni masih terus berlangsung. “Kami masih terus berupaya melakukan pendekatan kepada warga yang terkena pembebasan lahan,” ujarnya.

Untuk saat ini, dia mengklaim, para warga cukup antusias dalam penyerahan berkas kepada tim panitia, yaitu dari Dinas Permukiman dan Pertanahan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tangsel. ”Kekhawatiran pasti, adalah yang pro kontra. Tapi, bisalah diselesaikan. Karena, masyarakat sudah sadar dan harus sadar kalau itu tanah pemerintah yang harus dikembalikan,” ucapnya.

Ia menjelaskan, panitia telah menyosialisasikan kepada warga dan kini mulai tahapan pendataan dan pengembalian berkas. ”Sosialisasi sudah dari hari Kamis kemarin dan sebelum saya menjabat juga pernah. Kalau target pengumpulan berkas yang saya tau sampai hari Rabu (23/5/2018),” tuturnya.

Pemberkasan tersebut merupakan pengembalian surat peralihan hak (SPH) yang dulunya sebelumnya pemekaran Tangsel masih merupakan Kabupaten Tangerang. ”Semenjak delapan tahun Tangsel berdiri, lahan itu sudah jadi kewenangan pemkot. Jadi, sudah tidak ada sangkut pautnya dengan lurah dalam program ini,” katanya.

Untuk perluasan Pasar Ciputat, adapun ratusan KK yang akan meninggalkan di dua RW di wilayahnya yang masih menunggu nilai dari tim penilai (appraisal). ”Yang kena pembebasan ada di RW08 dan 09. Semoga saja adanya proyek ini, Pasar Ciputat lebih maju lagi sesuai harapan masyarakat. Apalagi ini pasar tradisional paling tua di Tangsel,” ujarnya. (DA)*


Sekilas Info

Penjabat Sementara Berakhir, Arief Kembali Jabat Wali Kota Tangerang

TANGERANG, (KB).- Setelah lima bulan bertindak sebagai Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Tangerang, M. Yusuf secara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *