Revitalisasi Kalimati: Dana Kerohiman Tahap I, Pemkab Serang Siapkan Rp 2 Miliar

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menyiapkan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk dana kerohiman warga terdampak revitalisasi Kalimati atau Sungai Ciujung Lama di Kecamatan Pontang. Anggaran tersebut, untuk kerohiman tahap pertama bagi 184 bangunan di bantaran Kalimati sepanjang tiga kilometer.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, saat ini proyek revitalisasi Kalimati sedang berjalan. Untuk dana kerohiman, pihaknya menyiapkan Rp 2 miliar untuk 184 bangunan di sepanjang 3 kilometer. “Mudah-mudahan enggak habis Rp 2 miliar tahap pertama. Kan ini tahap pertama sisanya kami lanjutkan nanti,” katanya kepada Kabar Banten, Selasa (26/11/2019).

Ia menuturkan, total kebutuhan anggaran untuk kerohiman tersebut, mencapai Rp 7 miliar untuk 11 kilometer dengan sekitar 2.000 bangunan. “Sudah didata, Rp 2 miliar itu ada di murni. Sisanya kami mohonkan ke provinsi. Provinsi enggak boleh nonton kan itu proyek nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk pembayaran kemungkinan akan dilakukan pada awal Januari 2020. Sebab, pihaknya masih harus menunggu hasil hitung appraisal. “Kalau besarannya appraisal, enggak bisa kami yang tentukan. Ini kerohiman bukan ganti rugi,” ucapnya.

Ia menuturkan, appraisal akan membagi menjadi tiga kategori, yakni bangunan permanen, semi permanen, dan darurat. Nilai dari masing-masing kategori tersebut, akan berbeda-beda.

“Engak bisa ideal (berapa) orang appraisal yang hitung, (appraisal) sedang berjalan. Rp 2 miliar itu baru persiapan, bisa tidak sampai segitu, bisa sisa. Dari APBD (Pemkab) anggarannya,” tuturnya.

Menurut dia, di sekitar bantaran sungai tersebut, didominasi oleh bangunan semi permanen, sehingga dia memperkirakan anggaran yang dikeluarkan untuk kerohiman tidak akan terlalu besar nilainya. “Tidak ada gejolak, karena itu buat mereka. Salah kalau mereka gejolak,” katanya.

Meski demikian, pihaknya memastikan kegiatan fisik proyek tidak akan terganggu dengan masih berdirinya bangunan di sempadan sungai tersebut. “Kegiatan fisik proyek berjalan terus, makanya kegiatan fisik diarahkan kepada jaringan Kalimati yang tidak ada bangunannya,” ujarnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Kabupaten Serang asal Dapil I Dendi Kurnia Ardiansyah mengatakabn, akan mengawal pemberian besaran kerohiman untuk warga terdampak tersebut. Hal tersebut dilakukan, agar dana yang diberikan tidak merugikan masyarakat. “Kami kawal, dipastikan besarannya tidak merugikan,” tutur mantan Kades Domas, Kecamatan Pontang tersebut. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here