Kamis, 15 November 2018

Revitalisasi Kali Mati, Pemkab Serang Segera Tertibkan Bangunan Liar

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang segera menertibkan bangunan liar (bangli) yang berdiri di bantaran Kali Mati atau Sungai Ciujung Lama di Kecamatan Pontang dan Tirtayasa. Hal tersebut dilakukan menyusul rencana revitalisasi Kali Mati yang akan dilakukan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Cidurian, Cidanau, dan Ciujung sepanjang 8 kilometer dari total 11 kilometer.

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengatakan, sebelumnya pemkab telah tiga kali meminta ke balai besar untuk revitalisasi aliran Kali Mati, namun belum juga terealisasi. “Akhirnya, saya langsung mengajukan ke kementerian untuk revitalisasi Kali Mati itu, Alhamdulillah dapat 8 kilometer untuk direvitalisasi, tapi syaratnya bangunan liar yang ada di pinggir kanan dan kiri kali harus dibersihkan pemkab, jadi 2018 ini kami akan turun menertibkan,” katanya, Rabu (14/2/2018).

Ia berharap, penertiban bisa dilakukan dengan baik, karena secara aturan memang tidak dibenarkan adanya bangunan di bantaran sungai. “Harus ditertibkan, karena ini dari kementerian mau revitalisasi asal rumah di bantaran sungainya dibersihkan dulu,” ujarnya. Selain pengajuan revitalisasi, ucap dia, pihaknya juga telah menyampaikan ke kepala balai besar dan kementerian, agar di bagian samping kali mati dibangun wisata air, sedangkan untuk desainnya, semua diserahkan kepada pihak balai besar.

Ia menuturkan, dengan revitalisasi Kali Mati, selain untuk mengatasi persoalan air bersih di wilayah Pantura, juga dapat menjadi tempat wisata. “Ini impian kami. Diharapkan ketersediaan air bersih di wilayah Pantura juga bisa tertangani. Karena, ini janji program saya untuk siapkan air bersih di Serang Utara,” tuturnya. Pasca-Kali Mati direvitalisasi, kata dia, aliran sungai tersebut harus dijaga oleh masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, Sri Budi Prihasto mengatakan, terkait aliran Sungai Ciujung memang merupakan kewenangan balai besar. Oleh karena itu, untuk penanganannya dari dinas hanya sebatas pengawasan terhadap perusahaan, agar tidak membuang limbah sembarangan. “Secara rutin, kami lakukan pengaasan dengan terjadwal kepada perusahaan, agar limbah cari yang dikeluarkan sudah sesuai bakumutu. Setiap bulan ada petugas kami yang ambil sampel air keluar dari perusahaan,” katanya. (DN)***


Sekilas Info

Empat Pengedar dan Pengguna Sabu Diringkus Polres Serang

SERANG (KB).- Satuan Reserse Narkoba Polres Serang Kabupaten berhasil meringkus empat tersangka pengedar dan pengguna narkoba …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *