Revitalisasi Diperkirakan Selesai 3 Tahun, Proyek Kalimati Butuh Rp 200 Miliar

Bangunan di Kalimati

SERANG, (KB).- Proyek pembangunan Sungai Ciujung Lama atau dikenal dengan Kalimati di wilayah Kecamatan Pontang dan Tirtayasa diperkirakan membutuhkan anggaran mencapai Rp 200 miliar. Proyek tersebut, akan diselesaikan secara multiyears dalam rentang waktu dua sampai tiga tahun.

Kepala Balai Besar Sungai Cidanau, Ciujung, dan Cidurian (BBWSC3) Tris Raditian mengatakan, anggaran yang dibutuhkan untuk megapeoyek nasional tersebut, diperkirakan mencapai Rp 200 miliar. Namun, anggaran tersebut, bisa saja berubah bergantung situasi dan kondisi.

“Kalau ancar-ancar Rp 200 miliar, tapi kami lihat situasi. Karena, masih awal banget, kemarin turun sekitar Rp 40 miliar,” katanya kepada Kabar Banten saat ditemui di acara peluncuran masterplan Wisata Religi Tanara, Jumat (20/9/2019).

Saat ini, ujar dia, proyek tersebut sudah mulai kontrak dan berjalan. “Sekarang sudah mulai kontrak,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, proyek tersebut rencananya akan dilakukan secara multiyears, ehingga setiap tahun akan dianggarkan untuk dananya. “Rencana 2-3 tahun, mudah- mudahan bisa dua tahun saja. Kalau enggak (ada dananya) mungkin bisa tiga tahun, tapi yang penting dana tersedia,” tuturnya.

Untuk saat ini, kata dia, proyek tersebut, sudah mulai dilakukan pengerukan dengan menggunakan alat berat. Setelah selesai dikeruk baru kemudian akan dibuat penampungan air. “Jadi, penampungan air. Kan di sini susah air minum jadi buat air minum di sini nanti,” ujarnya.

Tandon tersebut nantinya akan memiliki kedalaman sekitar tiga meter. Disinggung soal akan dibuatnya wisata air di wilayah tersebut, dia mengatakan, pihaknya hanya fokus pada sumber air baku saja. “Nanti kami lihat desain dari arsiteknya tadi. Kami hanya kepada air baku saja, nanti itu diolah jadi wisata air juga,” ucapnya.

Sementara, Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang Hanafi menuturkan, pihaknya akan segera melakukan rapat untuk membahas penertiban di Kalimati, karena penertiban besar bagi pemkab, sehingga harus ada aturan yang jelas.

“Kami sudah ada permintaan dari balai besar melalui surat resmi. Di posisi belum turun untuk dilakukan penertiban,” tuturnya.

Ia mengatakan, penertiban bangunan liar tersebut, akan dilakukan di sepenjang 3,5 kilometer yang berada di wilayah Kecamatan Pontang dan Tirtayasa. Disinggung terkait potensi konflik, dia memperkirakan dalam penertiban tersebut, tantangannya cukup berat.

“Saya perkirakan berat tantangannya, kaitan santunan. Tapi, aturannya seperti apa kami nunggu pimpinan saja,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, pemkab sudah mendata jumlah bangunan liar di sepanjang Kalimati mencapai 1.000 unit. “Nanti kami hitung berapa nilai santunan kepada mereka. Artinya kami akan berikan kerohiman alakadarnya,” ujarnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here