Revitalisasi Banten Lama, Fokus Penataan Kawasan Kumuh

SERANG, (KB).-¬†Rencana revitalisasi Kawasan Banten Lama akan diawali dengan menata area-area kumuh di sekitarnya. Rencananya, penataan kawasan kumuh akan dimulai pada APBD 2017 ini.¬†“Untuk fokus sekarang ini kami penataan kawasan kumuhnya. Berdasarkan data dari Dinas Perkim Banten, setidaknya terdapat 6 kelurahan di Kecamatan Kasemen, Kota Serang yang masuk daerah kumuh,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten, Hudaya Latuconsina saat ditemui di Masjid Raya Albantani, KP3B, Curug, Kota Serang, Jumat (14/7/2017).

Ia mengatakan, usulan anggaran dari Pemkot Serang sebesar Rp 208 miliar akan dibicarakan lebih lanjut. Terpenting, ujar dia, revitalisasi Banten Lama tidak tumpang tindih. “Anggaran ini bisa kami serahklan langsung ke Pemkot Serang dengan guiden provinsi atau program dilakukan provinsi bersama-sama dengan pemkot dan itu akan kami diskusikan lebih lanjut. Jangan sampai ada yang merasa berwenang di alam situdan itu harus kami clear-kan. Kan ini untuk kepentingan bersama, kepentingan masyarakat Banten,” ucapnya.

Menurut dia, seluruh pihak baik pemprov, pemkot maupun kenadziran sudah sepakat akan melakukan breakdown rencana aksi revitalisasi hingga detail anggaran. Saat ini, pihaknya juga masih menunggu masukan-masukan dari berbagai pihak. “Masterplan juga sudah ada sejak 2010, kami juga harus rasional dalam me-review-nya. Data yang kami dapatkan nanti akan di-review sesuai dengan isu kekinian sebagaimana harapan pak gubernur dan pak wakil gubernur,” tuturnya. Menurut dia, terpenting seluruh pihak mempunyai persepsi yang sama terkait Kawasan Banten Lama. “Jangan sampai masterplan jadi pro kontra, kami harus diskusi dengan banyak pihak dari masyarakat, arkeolog, pemerintah, dan kenadziran. Kami tidak mau, konsep ini ganggu konsep cagar budaya, ini kami harus jaga betul,” katanya.

Senada dikatakan Asisten Daerah (Asda) II Pemprov Banten, Ino S Rawita. Menurut dia, dibentuknya tim terpadu, agar tidak ada kegiatan yang tumpang tindih. Semua pihak memiliki peran sesuai dengan kewenangannya. “Seperti pemprov (menangani) soal jalan dan rumah-rumah kumuhnya. Jalan sekarang sedang diperbaiki. Kemudian, rumah kumuh itu kan kami punya (anggaran) di Dinas Perkim,” ujarnya melalui sambungan telepon. Ia belum mengetahui apa saja yang menjadi prioritas di tahun pertama revitalisasi Banten Lama. “Belum sampai situ, tunggu MoU dulu, nanti baru dibahas satu per satu secara bertahap, anggarannya, DED-nya, yang penting semua punya niatan untuk mengubah wajah Kawasan Banten Lama itu menjadi lebih baik,” ucapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Serang, Tubagus Haerul Jaman mengatakan, butuh sekitar Rp 200 miliar untuk merevitalisasi Kawasan Banten Lama, di Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Anggaran tersebut, antara lain untuk pembebasan lahan, pembangunan pelebaran jalan, pemagaran kawasan situs, pembangunan gerbang, penataan ruang terbuka hijau, dan pembangunan fisik lainnya. (H-42)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here