Retribusi IMB di Kabupaten Serang Ditarget Rp 14,5 M

SERANG, (KB).- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Serang menargetkan restribusi izin mendirikan bangunan (IMB) tahun anggaran 2019 mencapai Rp 14,5 miliar. Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang ditarget sekitar Rp 11 miliar.

Kasi Penerbitan dan Pelaporan Bidang Perizinan Tertentu dan Non-Perizinan pada DPMPTS Kabupaten Serang Nanang Suherman optimistis, target tersebut dapat tercapai, seperti realisasi tahun sebelumnya yang melebihi target dari Rp 11 miliar terealisasi Rp 12 miliar.

“Kami harapkan sih melebihi target seperti tahun lalu yang ditarget Rp 11 miliar dan tercapai Rp 12 miliar,” katanya kepada Kabar Banten, Selasa (23/4/2019).

Untuk itu, tutur dia, pihaknya terus berupaya, agar capaian target IMB tersebut, melebihi target. Terlebih, beberapa waktu lalu petugas pengawasan mendapati perusahaan yang memiliki bangunan tambahan. Jika perusahaan memilih untuk dibayarkan, maka hal tersebut juga dapat menambah nilai PAD.

Ia menuturkan, tahun ini pihaknya justru mengkhawatirkan suhu politik yang bisa berdampak pada para investor. Hal tersebut dinilai akan berdampak pada realisasi retribusi yang ditargetkan sebelumnya. Namun jika sebaliknya, pihaknya optimistis, retribusi akan tercapai, meskipun tidak banyak.

“Optimistis akan tercapai kalau kondisinya baik dan kondusif. Suhu politiknya kan seperti ini, khawatir kalau kondisinya seperti tahun 98,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya berupaya untuk terus memberikan pelayanan. Salah satunya dengan melakukan pengawasan. Sementara, untuk teknisnya sudah ada di bidang masing-masing untuk melakukan pemutakhiran data.

“Pendataan langsung ke lapangan. Kami meminta pengawasan juga dilakukan dengan baik,” ucapnya.

Ia mengatakan, untuk pembayaran retribusi IMB dibayarkan satu kali per tahun sampai bangunan atau konstruksi tidak berubah fungsi, maka IMB masih berlaku.

Tarifnya berbeda fungsi hunian rata-rata 0,33 persen kali Rp 10.000 atau kurang lebih per meter Rp 3.300. Kalau fungsi usaha index 2.24 persen harga dasar Rp 10.000 atau per meter 2.400 meter. (H-49)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here