Restrukturisasi PT Krakatau Steel, Kemenaker Turun Tangan

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri telah mengagendakan pertemuan khusus, membahas isu-isu strategis seputar agenda restrukturisasi PT Krakatau Steel, Senin (22/7/2019).

CILEGON, (KB).- Isu seputar restrukturisasi tenaga kerja di lingkungan PT Krakatau Steel (KS) telah mendapat atensi dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker). Bahkan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri telah mengagendakan pertemuan khusus, membahas isu-isu strategis seputar agenda restrukturisasi tersebut, Senin (22/7/2019).

Kabarnya, Menaker pada pertemuan nanti akan menghadirkan Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur Utama PT KS Silmy Karim, perwakilan federasi dan serikat buruh di PT KS, perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon, serta perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banten.

“Semua akan dihadirkan pada pertemuan nanti,” kata Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Baja Cilegon (FSPBC) Syafrudin, saat dihubungi melalui telepon genggam, Ahad (14/7/2019).

Pertemuan akbar tersebut, lanjut Syafrudin, merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang dilaksanakan Jumat (12/7/2019) lalu. Dimana FSPBC bersama Gerakan Bersama Buruh (Geber) BUMN, perwakilan Disnaker Cilegon dan Disnakertrans Banten, mendatangi Kemenaker guna membahas persoalan restrukturisasi PT KS. “Sekarang ini, persoalan kami sudah menjadi atensi Kemenaker,” ujarnya.

Saat itu, lanjut Syafrudin, rombongan dari Kota Cilegon diterima Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) dan Jaminan Sosial (Jamsos) pada Kemenaker Haiyani Rumondang. Kepada Haiyani, Syafrudin telah menyampaikan sejumlah persoalan penting seputar agenda restrukturisasi.

“Perlakuan antara karyawan organik dan outsourching dibedakan. Padahal kami ini mengantongi SPIK (Surat Perjanjian Ikatan Kerja), kami juga buruh PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu). SPIK dan PKWTT menegaskan adanya keberlangsungan kerja bagi kami. Ini di SK-kan oleh Manajemen PT KS sebelumnya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Industrial pada Disnaker Kota Cilegon Tuah Sitepu, membenarkan akan adanya pertemuan lanjutan pada Senin (22/7/2019). “Agendanya pada pertemuan nanti, Dirut PT KS Silmy Karim akan dihadirkan,” ungkapnya.

Tuah berharap pada pertemuan nanti, muncul solusi terbaik yang menguntungkan seluruh pihak. “Harapan kami sih, jangan sampai muncul keputusan yang menyebabkan pengangguran baru di Kota Cilegon,” ungkapnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here