Sabtu, 15 Desember 2018

Resmikan PT Synthetic Rubber Indonesia, Menperin: Industri Berperan Penting Serap Tenaga Kerja

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, sektor industri dituntut untuk menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab, sektor industri berperan penting dalam menciptakan nilai tambah, perolehan devisa dan penyerapan tenaga kerja (naker) yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Selain itu, era perdagangan bebas yang terjadi saat ini membuat akses pasar semakin terbuka. Hal itu merupakan peluang sekaligus tantangan bagi industri. Sehingga sektor industri nasional dituntut untuk terus menerus meningkatkan daya saing agar mampu berkompetisi untuk menguasai pasar yang tersedia,” kata Airlangga, saat meresmikan PT Synthetic Rubber Indonesia di Kelurahan Gunung Sugih Kecamatan Ciwandan, Kamis (29/11/2018).

Dalam peresmian tersebut hadir Wakil Menteri Luar Negeri Prancis, Jean Baptiste Lemoyne, Presiden Direktur PT Synthetic Rubber Indonesia Bradley Karas, CEO Michelin Florent Manegau, Presiden Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Erwin Ciputra, jajaran Direksi dan Manajemen PT Synthetic Rubber Indonesia, PTChandra Asri Petrochemical serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Menperin mengatakan, PT SRI di Indonesia merupakan pabrik ketiga yang dibangun setelah Amerika Serikat dan Prancis. PT SRI, kata dia, merupakan perusahaan gabungan atau joint venture hasil kerja sama Michelin dengan PT Chandra Asri Petrochemical (CAP) yang didirikan pada 17 Juni 2013, dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 55 persen dan 45 persen.

Berdasarkan data pada tahun 2017, sektor industri pengolahan non-migas tumbuh sebesar 4,84 persen atau sedikit di bawah angka pertumbuhan ekonomi tahun 2017 yang mencapai 5,07 persen. Kontribusi sektor industri pengolahan non-migas, kata dia, merupakan penyumbang terbesar terhadap PDB nasional yang mencapai angka 17,88 persen atau sekitar Rp 2.430 triliun. Industri kimia sendiri, kata dia, mampu memberikan kontribusi sebesar 1,25 persen terhadap PDB nasional.

Dalam menghadapi berbagai tantangan sebagai akibat dari perdagangan bebas serta untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi, pemerintah terus berupaya mendorong berkembangnya sektor industri yang berdaya saing tinggi dengan menciptakan iklim usaha yang atraktif.

“Pengembangan sektor industri pengolahan difokuskan pada penguatan rantai pasok untuk menjamin ketersediaan bahan baku dan energi yang berkesinambungan dan terjangkau sesuai amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian,” ucapnya.

Pemerintah juga mendorong pembangunan industri berbasis sumber daya alam yang dikembangkan mendekati sumber bahan baku dan diarahkan untuk dapat dikembangkan di wilayah-wilayah lain yang belum dioptimalkan.
Presdir PT SRI Brad Karas mengatakan, SRI sebagai salah satu pionir di industri karet sintetis ini menggunakan teknologi baru untuk menghasilkan produk-produk bernilai tambah melalui kolaborasi dengan produsen ban inovatif dunia, Michelin dan perusahaan petrokimia terdepan di Indonesia.

“SRI mulai berproduksi di bulan Agustus sejalan dengan strategi pemerintah untuk meningkatkan pendapatan negara melalui penguatan sektor manufaktur dalam negeri dan ekspor nasional. Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bahwa pada hari ini (kemarin) kami berhasil meluncurkan produk karet sintetis di Indonesia, dengan disaksikan langsung oleh Menperin. Kami percaya pabrik karet sintetis ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tuturnya.

Sementara itu General Managing Partner Michelin Group Florent Menegaux mengatakan, kerja sama Michelin dengan Chandra Asri merupakan langkah strategis dalam mendukung terwujudnya bisnis yang berkelanjutan. Upaya memenuhi permintaan global yang tinggi terhadap produk ban telah memacu permintaan produksi karet sintetis. Hal itu, ujar dia, menjadi faktor utama mengapa Michelin memilih membangun pabrik karet sintetis ketiganya di Indonesia setelah Prancis dan Amerika Serikat.

“Michelin membutuhkan pasokan karet sintetis yang reguler untuk memastikan pertumbuhan ban ramah lingkungannya secara global. Untuk itu, kehadiran SRI sangat penting bagi Michelin. Karenanya, kami bermitra dengan perusahaan petrokimia terbesar di indonesia, Candra Asri sebagai realisasi komitmen kami untuk berinvestasi di Indonesia,” ucapnya. (Himawan Sutanto)*


Sekilas Info

Promo Akhir Tahun Suzuki, Dapatkan Diskon Puluhan Juta Rupiah di Suzuki Cilegon

CILEGON, (KB).- PT Restu Mahkota Karya (RMK) Cabang Cilegon atau Suzuki Cilegon menggelar showroom event …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *