Resmi Dibentuk, 50 Komunitas Mobil Ramaikan IAS Banten

Suasana acara pembentukan pengurus Indonesia Automotive Society Wilayah Banten periode 2019-2021 di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Ahad (20/10/2019).*

Sebanyak 50 komunitas mobil meramaikan pembentukan pengurus Indonesia Automotive Society (IAS) Wilayah Banten periode 2019-2021. Bertempat di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Ahad (20/10/2019). Kegiatan tersebut, bertujuan untuk menjalin silaturahmi, sekaligus mempromosikan program pemerintah dan pariwisata di Banten.

Ketua Presidium IAS Wilayah Banten Khaeril Bowi mengatakan, selain menyatukan antarkomunitas mobil yang ada di Banten. Tujuan dibentuknya IAS juga untuk membangkitkan pariwisata yang ada di Banten. Khususnya kawasan Anyer-Carita dan wilayah Banten Selatan pascabencana.

“Ada banyak program, namun program kami lebih ke sosial dan membangkitkan kembali pariwisata Banten. Sebab, banyak wisata di Banten yang belum tereksplor, jadi banyak yang belum tahu apa saja tempat wisata di Banten. Kami juga ingin membangkitkan kembali wisata pantai, pascatsunami beberapa waktu lalu,” katanya.

Selain itu, ujar dia, komunitas tersebut, juga akan membantu pemerintah dalam hal pembayaran pajak kendaraan bermotor, misalnya dengan memberikan sosialisasi tertib pajak kepada masyarakat serta mewajibkan setiap anggota komunitas untuk taat membayar pajak. Kemudian, ada juga kampanye tertib berlalu lintas dan anti narkoba.

“Tentu, kami akan memberikan sosialisasi langsung ke masyarakat. Tertib pajak, tertib berkendara, anti narkoba. Kami kan punya kendaraan, pastinya harus membayar pajak, kemudian berkendara juga ya jangan mabuk dan itu semua sudah satu paket dalam komunitas kami,” ucapnya.

Wakil Presidium IAS Wilayah Banten Deddy Suandi menuturkan hal yang sama. Komunitasnya akan memberikan pemahaman terkait pembayaran pajak. Bahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memberikan tugas terkait hal tersebut, sehingga hal tersebut, wajib untuk dilakukan baik oleh dia maupun setiap anggota.

“Memang, itu salah satu tugas yang dibebankan IAS kepada seluruh pengurusnya dalam hal pembayaran pajak. Khususnya bagi setiap anggota. Kami juga ada kegiatan seminar atau penyuluhan dengan mengundang pihak Dispenda. Bahkan dalam program satu tahun ke depan, itu menjadi program prioritas kami,” ujarnya.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Pemberdayaan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten Trenggono Wahyu Pratomo mengatakan, Pemprov Banten turut mendukung dengan adanya kegiatan tersebut. Diharapkan, setelah terbentuknya IAS Wilayah Banten dapat mendukung sejumlah program pemerintah. Selain itu, bisa menjadi pelopor tertib berlalu lintas dan berkendara tertib di jalan raya.

“Tentunya diharapkan para anggota dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam berlalu lintas. Kemudian, tertib dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Selain itu, dapat juga membantu mempromosikan potensi wisata dan program pemprov,” katanya, saat membuka acara sekaligus mewakili Wakil Gubernur Banten Andhika Hazrumy.

Dengan begitu, kata dia, diharapkan masyarakat dapat memberikan kontribusi positif dalam pembangunan daerah. Kemudian, salah satu program pemerintah yang menjadi prioritas adalah pariwisata. Dari luas panjang pantai sekitar 509 kilometer dan terdiri dari 82 destinasi wisata, dapat meningkatkan perekonomian daerah.

Acara juga dirangkaikan dengan sejumlah kegiatan. Seperti tarian tradisional khas Banten, santunan anak yatim dan lomba mewarnai tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD). (Rizki Putri/Yandri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here