Reses Anggota DPRD Kota Serang, Warga Keluhkan Penanganan Sampah

SERANG, (KB).- Warga Kelurahan Drangong dan Taman Baru mengeluhkan penanganan sampah di lingkungan mereka, karena belum tersedia Tempat Pembuangan Sementara (TPS) disekitar lingkungannya. Hal itu mereka ungkapkan saat Reses Anggota DPRD Kota Serang di Kelurahan Drangong, Selasa (24/12/2019).

Ketua RW 07 Kelurahan Drangong Hariyanto mengatakan, warga di Lingkungan Drangong kesulitan untuk membuang sampah karena tidak ada TPS. Saat ini, sampah yang ada hanya dibakar oleh masing-masing warga.

“Dulu kita sudah mengusulkan, karena di Drangong ini luar biasa tapi belum ada TPS. Jadi sementara kita insiatif warga saja buang disitu, bakar,” kata Hariyanto pada reses anggota DPRD Kota Serang Khaeroni di Kelurahan Drangong, Selasa (24/12/2019).

Permasalahan sampah itu, ucap dia, sering kali disampaikan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) kelurahan. Namun, hingga saat ini tidak juga terealisasi, sehingga ia berharap reses anggota DPRD itu bisa menyerap aspirasi warga.

“Dengan adanya reses ini berharap dewan bisa ‘push’, mudah-mudahan dana untuk masyarakat dapat direalisaikan,” ucapnya.

Lurah Drangong Slamet Santosa mengatakan, untuk TPS sebenarnya kelurahan sudah mengusulkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Namun, kesulitannya tidak ada tanah yang dihibahkan untuk TPS. “Kesulitan lahannya saja, tidak ada tanah yang dihibahkan untuk lokasi TPS,” kata dia.

Selanjutnya, ia akan berupaya untuk segera merealisasikan keinginan warganya. Ia juga berharap, apa yang menjadi keluhan warga, bisa menjadi catatan bagi anggota DPRD yang melaksanakan reses. “Tadi saya juga menyampaikan ke anggota dewan ini agar dikawal,” ujarnya.

Dilokasi reses kedua yakni di Kelurahan Taman Baru, warga setempat juga mengeluhkan terkait penanganan sampah. Bahkan, sampah di Taman Baru masih dikelola oleh petugas dari Kabupaten Serang.

“Warga mengeluhkan penanganan sampah, saya juga akan memperjuangkannya, karena kalau dikelola oleh Kabupaten Serang otomatis retribusinya juga masuk kabupaten,” kata Lurah Taman Baru Artawi.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Serang Khaeroni mengatakan, pada reses masa sidang I tahun 2019 ini, ia akan mendorong pemerintah untuk segera menyediakan TPS di dua kelurahan itu. “Mungkin itu solusinya DAUT (Dana Alokasi Umum Tambahan) Kelurahan. Pak lurah harus mempunyai Prioritas mana yang itu layak,” kata dia.

Khaeroni yang juga anggota Komisi I menyatakan, akan berkomunikasi dengan mitra kerjanya di OPD dan kecamatan, terkait keluhan warga dalam pengelolaan sampah. Alasannya, masalah sampah bisa menjadi akar dari masalah lainnya, seperti kesehatan.

“Tempat sampah kalau itu dibuatkan ada sisi positifnya bagi kesehatan warganya,” ujar dia. (Masykur/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here