Rendah, Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 di Kota Serang

SERANG, (KB).- Serapan anggaran penanganan Covid-19 di Kota Serang masih rendah. Dari anggaran sebesar Rp 88 miliar yang disediakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang baru terserap sekitar 30 persen.

Wali Kota Serang, Syafrudin mengatakan, serapan tersebut berdasarkan hasil penyisiran anggaran yang telah dilakukan oleh pemkot beberapa waktu lalu. Dari Rp 88 miliar, dibagi menjadi tiga poin penanganan, yakni kesehatan, penanganan dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial (JPS).

“Dari tiga poin itu yang sudah kami laksanakan refocusing. Hanya saja memang penyerapannya masih kecil, kalau tidak salah baru 30 persen saja serapannya. Jadi, yang dianggarkan untuk penanganan Covid-19 di Kota Serang Rp 88 miliar,” katanya, Rabu (13/5/2020).

Ia menjelaskan, anggaran sebesar Rp 88 miliar tersebut merupakan dari biaya tak terduga (BTT).

“Kami menyediakan anggaran penanganan Covid-19 dalam pos anggaran biaya tak terduga (BTT) sebesar Rp 88 miliar. Ini hasil dari penyisiran anggaran yang beberapa waktu lalu,” ucapnya.

Anggaran itu pun, kata dia, sudah disahkan melalui Peraturan Wali Kota (Perwal) per tanggal (13/5/2020).

“Itu sudah ditandatangani. Jadi sudah ada Perwal nya untuk anggaran penanganan Covid-19 di Kota Serang dari dana BTT,” ujarnya.

Sementara, Juru bicara (Jubir) Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kota Serang W Hari Pamungkas mengatakan, Pemkot Serang telah menganggarkan Rp 88 miliar bukan hanya untuk penanganan saat ini saja. Namun, juga untuk masa pemulihan atau recovery usai berakhirnya pandemi ini.

“Tahap recovery (pemulihan) sudah kami rencanakan. Untuk masyarakat, pengusaha, pedagang yang terdampak Covid-19. Jadi nanti kalau itu melalui Disperdaginkop UKM, kami telah menyiapkan stimulus untuk modal usaha mereka nantinya,” katanya.

Selain itu, ia menuturkan beberapa kelompok masyarakat lain juga akan mendapatkan stimulus tersebut. Diantaranya, kelompok wanita tani (Pokwatan), nelayan dan perajin dan industri kecil menengah (IKM) lainnya.

“Nanti akan diberikan pada masa recovery. Jadi serapannya akan dilakukan di akhir, untuk saat ini yang akan diserap baru JPS dan penanganan kesehatan,” tuturnya. (Rizky Putri/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here