Senin, 25 Juni 2018

Rendah, Kunjungan Wisman ke Banten

SERANG, (KB).- Saran perjalanan atau travel advisory yang dikeluarkan sejumlah negara pascarentetan bom di Indonesia tidak berpengaruh bagi Provinsi Banten. Sebab, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Banten memang masih rendah.

“Walaupun ada travel advisory atau travel warning tidak berdampak sama sekali bagi pariwisata Banten, karena tidak ada turis yang wara-wiri di Banten. Tidak seperti daerah lainnya,” kata Ketua Umum PHRI Banten, Ahmad Sari Alam kepada wartawan, Selasa (22/5/2018).

Menurut dia, rendahnya wisman ke Banten menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota. Upaya tersebut bisa dilakukan dengan membuat event-event berskala nasional dan internasional.

“Jadi, tidak hanya event yang meramaikan kami-kami saja dan sebatas seremonial. Harus gencar melakukan promosi potensi pariwisata Banten untuk menyasar pasar wisman,” ujarnya.

Menurut dia, event-event tersebut harus memberikan dampak terhadap tingkat hunian hotel, rumah makan, dan perkembangan ekonomi masyarakat dengan menyelengarakan event tersebut. “Semestinya dievaluasi dan diinventarisasi dari event-event yang telah menghabiskan APBD dan APBN,” ucapnya.

Menurut dia, pada hari-hari biasa tidak terlihat wisman atau turis yang jalan-jalan atau wara-wiri di sekitar Banten. Oleh karena itu, Dinas Pariwisata Provinsi Banten diminta gencar melakukan promosi potensi pariwisata Banten untuk menyasar pasar wisman. “Jadi, di hari-hari biasa kosong melompong. No Tourist In Banten,” tuturnya.

Menurut dia, segmen pasar pariwisata di Banten memang tidak seperti Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Yogyakarta, serta beberapa daerah lainnya yang dominan pasar wisatawannya dari mancanegara atau turis. “Kalau di Banten 95 wisatawan nusantara,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eneng Nurcahyati menuturkan, adanya travel advisory ke Indonesia dari sejumlah negara, terkait dengan adanya kasus bom di Surabaya tidak berdampak pada kunjungan wisman. “Sepertinya tidak ada dampak. Tapi, kalau untuk di hotel-hotel datanya ada di PHRI,” ujarnya. (RI)*


Sekilas Info

Gunung Pinang Jadi Primadona

Gunung Pinang merupakan salah satu dataran tinggi yang berada di Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *