Rencana Penyertaan Modal, Komisi III Pastikan Kondisi 4 BUMD Kabupaten Serang

SERANG, (KB).- Komisi III DPRD Kabupaten Serang ingin memastikan kondisi empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten Serang apakah sehat sesuai hasil cek analisa investasi atau tidak. Hal tersebut berkaitan dengan rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang yang akan kembali memberikan penyertaan modal.

Diketahui sebelumnya Pemkab Serang mengajukan tiga macam rancangan peraturan daerah (Raperda) untuk dibahas DPRD Kabupaten Serang, salah satunya Raperda tentang penyertaan modal BUMD Kabupaten Serang. Empat BUMD Pemkab Serang yakni Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Serang, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Albantani, Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Ciomas dan Serang Berkah Mandiri (SBM).

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang Agus Wahyudiono mengatakan, landasan hukum adanya penyertaan modal BUMD tersebut yakni perda nomor 4 tahun 2017, di perda disebutkan salah satu modal utama BUMD berasal dari pemkab atau sekitar 51 persen. Walau demikian kata dia, penyertaan modal tersebut baru bisa dilakukan dengan catatan untuk pengembangan usaha dan menyehatkan BUMD.

“Tentunya sebelum ke penambahan modal usaha harus melalui tahap verifikasi atau penyehatan atau di cek analisa investasi. Kalau sudah aman secara administratif dan hukum, bisa disertakan modal,” kata Agus kepada Kabar Banten saat ditemui setelah rapat Paripurna di gedung DPRD Kabupaten Serang, Kamis (13/2/2020).

Baca Juga : Dewan Tunda Penyertaan Modal 4 BUMD Kabupaten Serang

Agus mengatakan, raperda penyertaan modal  usulan dari Bupati Serang, pihaknya juga sudah melakukan ke empat BUMD tersebut. Hasilnya, ada dua BUMD yang sudah memberikan manfaat berupa penyeimbangan deviden pada pendapatan asli daerah (PAD) dan manfaat dalam bentuk peningkatan ekonomi masyarakat.

 “Contoh usaha mikro (BPR) kemudian PDAM selain pelayanan air minum juga bisa memberikan PAD kepada Pemda. Makanya harus di suport agar BUMD bisa memberikan manfaat baik dari sosial maupun profit ekonomi dan pelayanan lebih baik. Suport dalam bentuk peyertaan modal ada dalam bentuk uang dan lainnya. Kita suport agar BUMD bisa memberikan manfaat baik dari sosial maupun profit ekonomi,” tuturnya.

Agus mengatakan, terkait  berapa nilai anggaran yang akan diberikan kepada BUMD tersebut, itu belum diketahui. Untuk saat ini masih dalam rangka meningkatkan ekonomi dan menyehatkan BUMD yang ada. Dari empat BUMD yang dimiliki dua diantaranya kini kondisinya sehat yaitu BPR dan PDAM.

“Yang dua (LKM Ciomas dan SBM) ada upaya penyehatan dan lainnya. Kalau nilai (Penyertaan modal) nya berapa belum tahu,” kata Agus.

Politisi PKS tersebut mengatakan, untuk modal BUMD bentuknya ada berupa penyertaan modal dari pemkab kemudian ada juga berupa hibah bantuan dari pusat. Namun untuk bantuan dari pusat sifatnya rembes.

“Contoh untuk hibah bantuan masyarakat sambungan air berkemampuan rendah ketika mau nyambung harus dimodali dulu untuk perpipaan nya nanti kalau sudah dimodali baru rembes dari hibah itu,” katanya.

Disinggung soal upaya penyehatan BUMD yang belum baik seperti SBM, Agus menjelaskan, penyehatan bisa dilakukan dari sisi manajemen dan sumber daya manusia (SDM) dulu. Kemudian dikaji secara analisa usaha.

“Kalau memungkinkan untuk disehatkan akan kita suport. Tapi kalau tidak harus dibereskan dulu manajeman dan administrasi karena selain ada modal dari pemerintah ada juga modal dari pinjaman luar. (SBM) Ini masih dalam tahap proses penyehatan dan ada OJK (Otoritas jasa keuangan) yang cek kesitu nanti hasilnya apa harus kita taati. Apakah bisa dimanfaatkan lagi harus kita dorong kalau tidak bisa harus ada restrukturisasi atau merger. Kalau analisa usaha tidak sehat tidak boleh ada penyertaan modal disana,” katanya.

Sementara, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, untuk penyertaan modal BUMD saat ini perdanya sudah habis masa berlakunya. Oleh karena itu harus diperbaharui atau diperpanjang.

Persoalan berapa besaran modal yang akan diberikan, Tatu mengatakan akan disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki Pemkab Serang. Namun saat ini yang terpenting fokus pada pembentukan wadahnya dulu yakni perda. “Yang penting sekarang wadahnya dulu ada, perda perpanjangan dulu nanti untuk penyertaan modalnya kita liat dari anggaran yang dimiliki,” ujarnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here