Rencana Penertiban Batas Sempandan Pantai, Langkah Gubernur Diapresiasi

LEBAK, (KB).- Sejumlah warga Lebak Selatan (Baksel) mengapresiasi rencana Gubernur Banten yang akan melakukan penertiban Batas Sempadan Pantai (BSP). Hal itu beralasan karena pesisir pantai di wilayah tersebut terancam punah oleh bangunan serta perusahaan tambak.

Salah seorang warga Lebak Selatan, Agus mengatakan, hampir pesisir pantai yang terbentang dari Kecamatan Wanasalam, Malingping, Cihara, Panggarangan dan Bayah keberadaannya nyaris punah. ”Silakan dicek, dari mulai Wanasalam hingga Bayah sempadan pantainya kini mayoritas dikuasai perorangan atau perusahaan. Artinya, sudah tidak lagi jadi ruang publik,” kata Agus, Jumat (14/12/2018).

Agus merinci, pesisir pantai di Kecamatan Wanasalam misalnya, sebagian besar dikuasai oleh perusahaan tambak. Sementara di Kecamatan Malingping seperti Pantai Bageudur Desa Sukamanah pesisirnya tidak bisa digunakan sebagai ruang publik karena diklaim pemilik.

”Lebih memprihatinkan lagi, baru-baru ini potensi wisata Pantai Karangnawing Desa Pagelaran Kecamatan Malingping yang sudah mulai ramai dikunjungi wisatawan sempadan pantainya diduga diserobot oleh pengusaha tambak yang saat ini sedang dibangun,” ujarnya.

Selain di dua kecamatan tersebut, lanjutnya, di Kecamatan Cihara dan Panggarangan sempadan pantai yang seharusnya terlihat indah dijamah oleh pengusaha digunakan sebagai lokasi stockfile batu bara. ”Karena itu, kami sangat mengapresiasi dan berharap mudah-mudaha rencana Gubernur Banten Wahidin Halim menertibkan BSP dapat terlaksana dengan baik sehingga potensi wisata di Baksel berkembang lebih pesat,” tuturnya.

Sekadar diketahui, Gubernur Banten Wahidin Halim akan menggusur bangunan liar yang berada di bibir pantai di Banten. Sebab, banyak pantai di Banten dalam aturan garis sempadan pantai jarak 50 meter dari bibir pantai sudah diprivatisasi perorangan dan perusahaan. Hal tersebut disampaikan WH usai menghadiri rapat pimpinan di Aula Kantor Bappeda KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (3/12/2018). (DH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here