Rencana Ats-Tsauroh Jadi Masjid Agung Kota Serang, Pemkot-Ulama Belum Ada Titik Temu

SERANG, (KB).- Rencana Masjid Ats-Tsauroh yang akan dijadikan Masjid Agung Kota Serang belum berjalan mulus. Sebab, sejumlah ulama tetap menghendaki masjid agung dibangun di Alun-alun Barat Kota Serang.

Hal tersebut mencuat dalam pertemuan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang Syafrudin-Subadri Ushuludin dengan ulama umaro pada Kamis (14/3/2019). Belum ada titik temu dalam pertemuan tersebut.

Musyawarah akan diagendakan kembali, karena pada saat acara tersebut, sejumlah tokoh dan perwakilan dari Yayasan Ats-Tsauroh berhalangan hadir.

“Jadi, seperti apa pembangunan masjidnya, kemudian di mana atau ada alternatif lain. Tapi, kalau saya lebih setuju kalau di Ats-Tsauroh,” katanya, Jumat (15/3/2019).

Jika ada alternatif lain, ujar dia, harus tetap atas persetujuan masyarakat Kota Serang. Ia menyerahkan hal tersebut kepada para kiai, ulama, dan tokoh masyarakat untuk memutuskan.

“Terpenting, pembangunan ini tidak menyalahi aturan. Sebab, ini program pemerintah yang lama dan harus dilanjutkan. Kemudian, masalah tempat, kami akan pindahkan, tidak di alun-alun. Menurut saya, tepat di Ats-Tsauroh,” ucapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menggandeng ahli dari Universitas Indonesia (UI) telah melakukan uji kelayakan/feasibility study (FS) di Alun-alun Barat.

“Karena kan menurut kajian teknis FS-nya itu tidak diperbolehkan karena itu (alun-alun) bagian dari situs cagar budaya. Oleh karena itu, dengan adanya forum silaturahim ini dapat segera diputuskan lokasi dan bagaimana pembangunannya,” tuturnya.

Sementara, Pembina Forum Persaudaran Umat Islam (FPUI) Banten Enting Ali Abdul Karim menuturkan, hampir seluruh peserta yang hadir dalam silaturahim tersebut, menghendaki masjid agung dibangun di Alun-alun Kota Serang.

“Masih mentah (hasil pertemuan), akan ada pertemuan lanjutan. Tapi, yang hadir kemarin hampir semua menghendaki masjd di alun-alun, termasuk Profesor Syibli setuju. Tapi, Wakil Wali Kota Serang enggak tahu arah pemikirannya ke mana, dia keukeuh minta di tempat lain,” katanya.

Menanggapi lokasi Ats-Tsauroh yang akan dijadikan masjid agung, dia dan organisasi masyarakat (ormas) yang hadir tidak menyetujuinya.

“Kalau kami dan seluruh ormas tidak setuju. Karena, titik lokasi Ats-Tsauroh belum mencerminkan sebagai kota madani, apalagi dengan status dari Masjid Ats-Tsauroh,” ujarnya.

Menurut dia, uji kelayakan yang dilakukan tim dari UI lemah. “FS yang kemarin dilakukan pemkot dengan UI juga masih sangat lemah, justru tim kami yang dari UGM menilai FS kemarin itu lemah,” ucapnya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here