Relokasi Warga dari Tanah Wakaf, Yayasan Ats-Tsauroh Terkendala Anggaran

Masjid Ats-Tsauroh Kota Serang.*

SERANG, (KB).- Pengurus Yayasan Ats-Tsauroh pernah merencanakan merelokasi sekitar 150 kepala keluarga (KK) yang tinggal di tanah wakaf di Lingkungan Kantin, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang. Namun, rencana tersebut, terkendala anggaran.

“Memang sudah ada (rencana relokasi), tapi karena masjid tidak memiliki dana untuk merelokasi, sehingga relokasi itu pun tidak dilakukan,” kata salah satu pengurus Roni Chaeroni, Rabu (31/7/2019).

Ia menuturkan, kebanyakan warga di lokasi tersebut, kelas menengah ke bawah. Melihat kondisi tersebut, pihak masjid pernah meminta warga untuk berinfak Rp 2.000 per meter dalam setahun.

“Tapi ya itu, kalau tidak diingatkan mereka tidak membayar. Jadi, itu pun tidak berjalan, karena warganya pun belum sadar dengan itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, total keseluruhan tanah wakaf masjid seluas 2,6 hektare. 1,5 hektare, di antaranya halaman masjid, pertokoan, Islamic Center, dan pemakaman. Selebihnya, ditempati warga Lingkungan Kantin. Warga Lingkungan Kantin Alimisri Rahman (60) siap direlokasi asalkan tidak merugikan warga.

“Ya kalau kami hanya mengikuti saja, yang penting tidak merugikan kami, misalnya pemerintah menyiapkan juga bangunan untuk kami tinggal,” ucapnya.

Ia menjelaskan, warga di Lingkungan Kantin tersebut, merupakan warga yang sudah turun-temurun tinggal di kawasan tersebut. “Saya aja lahir dan sampai usia 60 tahun adanya di sini. Asli orang Lingkungan Kantin saya,” tuturnya.

Ia menyadari rumah yang saat ini ditempati bersama keluarga dan warga lainnya merupakan tanah wakaf masjid yang diwakafkan oleh Bupati Serang RT Basudin Tjandranegara pada 1890.

“Setiap tahun, saya juga membayar iuran Rp 70.000 yang diserahkan ke masjid. Tapi, memang tidak rutin setiap tahun,” katanya.

Ia menuturkan, ada empat rukun tentangga (RT) di kawasan tersebut. Namun yang masuk dalam tanah wakaf masjid ada dua RT dengan rumah sebanyak 104 dan 150 KK. Luas tanah yang ditempati sekitar 9.500 meter.

“Rata-rata rumah yang di sini luasnya sekitar 60 meter dan yang paling padat itu di RT01 dan RT02,” ujarnya.

Diketahui, Masjid Ats-Tsauroh menjadi calon kuat lokasi pembangunan Masjid Agung Kota Serang. Dua lokasi lain yang menjadi alternatif masjid agung, yaitu Kepandean dan Asrama Haji Penancangan, Cipocok Jaya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here