Relokasi SD Terdampak Tol Serang-Panimbang, Disdikbud Diingatkan Agar Proaktif

SERANG, (KB).- Staf Khusus Bidang Pemerintahan Kabupaten Serang, Agus Erwana mengingatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), agar proaktif dalam menanyakan kapan mulai pembangunan gedung SD terdampak proyek pembangunan Tol Serang-Panimbang. Hal tersebut dilakukan, agar pembangunan tol tersebut tidak sampai mengganggu proses pendidikan.

“Nanti kami ingatkan ke pak Aber (Kabid SD Disdikbud), kami harus rajin. Jangan sampai itu 2019 digunakan SD belum selesai dan bubar. Jangan sampai seperti Sadah,” kata Staf Khusus Bidang Pemerintahan Kabupaten Serang, Agus Erwana kepada wartawan, saat ditemui di Anyer, Rabu (12/12/2018).

Ia menuturkan, untuk SD tersebut, secara umum terkena dampak pada bagian jalan keluar tol. Namun, untuk titik-titik terdampak sudah jelas semuanya. Akan tetapi, saat ini, ujar dia, Pemkab Serang hanya tinggal menunggu dari pokja dua untuk membangun gedung pengganti. Sebab, untuk pembebasan lahan sudah selesai dilakukan oleh pokja satu. “Kami tinggal menunggu proses pembayaran dari pokja satunya,” ucapnya.

Ia mengatakan, adanya beberapa SD yang sudah mulai terdampak proyek tersebut, seperti SD Inpres Cikeusal dan Seba. Bahkan, dalam rapat sebelumnya, pihaknya sudah menyampaikan, bahwa untuk SD Cikeusal dan Seba tersebut, nantinya terkena ujung keluar tol.

“Untuk SD Seba, walau kemarin sempat ada satu dua orang yang ingin lahannya pindah lagi, namun kata saya, tentukan saja lahanya. Karena, kalau tetap naik sedikit itu kuburan, jadi secara etika enggak bagus. Kami sudah hitung ROW (right of way)-nya juga melebar,” tuturnya.

Menurut dia, terkait SD tersebut, sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Sebab, itu hanya tinggal menunggu pembayaran. “Makanya, jadi pertanyaan kenapa lambat. Makanya, saya juga sudah kirimkan surat kapan pembangunan SD dilaksanakan. Lokasi sudah siap, tinggal pembayaran saja. Tinggal pak Gandi sebagai pokja satu harus membayar,” katanya.

Agar pemkab mendapat kepastian, pihaknya berencana untuk bersurat kembali dan mengundang pokja satu dan dua untuk duduk bersama dan sinkronisasi. “Insya Allah minggu depan koordinasi,” ujarnya.

Sementara, Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa menuturkan, terkait ganti rugi SD terdampak tidak menjadi masalah dan akan dialokasikan sesuai kebutuhan. “Kai tidak terima duit. Langsung terima bangunannya,” ucapnya.

Disinggung tentang target mulai pembangunan SD pengganti, dia mengatakan, belum mendapatkan laporan secara teknis dari kepala dinas terkait. “Tapi yang pasti anak didik tidak akan dikorbankan. Artinya, jangan dulu dibongkar sebelum ada gantinya. Kami kan belajar dari Sadah belum ada penggantinya sudah dibongkar,” tuturnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here