Relokasi PKL Ditolak Warga

CILEGON, (KB).- Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon untuk merelokasi pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Masjid Agung Nurul Ikhlas menuai masalah. Sebab, warga Lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang yang bertempat tinggal di sekitar masjid tersebut, menolak wilayahnya dijadikan tempat berjualan PKL.

Penolakan warga tersebut, terungkap dalam audiensi antara warga dan sejumlah pedagang di Ruang Rapat Wali Kota Cilegon, Selasa (10/4/2018). Audiensi tersebut, dihadiri Asda II Pemkot Cilegon, Beatrice Noviana, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Cilegon, Dikri Maulawardhana, Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon, Juhadi M Syukur, serta Kepala Bagian Perekonomian dan SDM, Bayu Panatagama.

Dalam kesempatan tersebut, salah seorang pemilik toko buku, Mohamad Jasni mempertanyakan tujuan pemindahan PKL ke wilayah tersebut. Ia berharap, relokasi pedagang di tempat lain selain sekitar Masjid Nurul Ikhlas. “Sejumlah warga mengadu kepada saya, ada PKL yang akan menempati sejumlah toko, selain pemilik toko, warga juga protes, karena akses jalan menuju SMPN 1 Cilegon sebagai jalan alternatif bakal ditutup,” katanya.

Ia menuturkan, dalam surat yang diterima, diwacanakan jalan tersebut ditutup jam 17.00 WIB-24.00 WIB, karena akan digunakan PKL untuk berjualan. Namun, dia meminta, agar hal tersebut dibalik jika disetujui dan direlokasi diwilayah tersebut.
Ia berharap, kebijakan yang akan dikeluarkan Pemkot Cilegon jangan sampai merugikan para pedagang yang memiliki kios.

Ia menyarankan, agar para PKL lebih baik ditempatkan di lokasi lain, di antaranya di gedung eks Matahari atau belakang Ramayana sampai Pasar Kranggot. Menurut dia, lokasi tersebut sangat cocok untuk PKL, karena banyak lahan kosong. “Atau di Pasar Blok F di atasnya banyak kios yang kosong, bisa saja ditempatkan di situ,” ucapnya.

Berbeda dengan Eri, salah seorang pemilik usaha percetakan. Ia menyarankan kepada pemkot untuk mengkaji lebih dalam, agar relokasi PKL tidak sembarangan mengingat akses jalan dan lalu lintas akan macet total dan hal tersebut sudah terbukti pada kegiatan pawai baik MTQ maupun HUT Kota Cilegon.

“Kami memohon untuk dikaji ulang dan ada sebuah solusi berdasarkan urun rembug dengan kawan-kawan, akhirnya kami membuat sebuah denah, agar semuanya bisa memahami. Di mana ada jalan eks pasar sebelah Alun- alun Jombang bisa dimanfaatkan PKL dan jalan itu memuat ratusan PKL,” ujarnya.

Selama ini, tutur dia, jalan tersebut mempunyai lebar 3 meter dan bisa dilebarkan sampai 6 meter. Sehingga, semua PKL bisa ditampung. “Saya yakin, jalan itu bisa menampung ratusan PKL dan denahnya juga sudah saya kirim ke pak Bayu, mudah-mudahan pemkot bisa bijaksana, tidak menempatkan PKL di lingkungan tempat tinggal kami,” katanya. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here