Relokasi Permukiman Warga, Dewan Desak PT Dover Chemical

CILEGON, (KB).- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon mendesak manajemen pabrik kimia PT Dover Chemical segera merelokasi permukinan warga yang berada di sekitar pabrik.

Hal tersebut terungkap dalam rapat dengar pendapat antara Komisi II dan Komisi IV DPRD Kota Cilegon dengan manajemen PT Dover Chemical, Senin (11/11/2019).

Hearing yang digelar di Ruang Rapat DPRD Kota Cilegon tersebut, dihadiri para pejabat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Cilegon, dan manajemen PT Dover Chemical.

Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon Hasbi Sidik mengatakan, sudah saatnya PT Dover Chemical melaksanakan relokasi permukiman warga sekitar pabrik. Karena, industri kimia tersebut, hampir setiap tahun menimbulkan permasalahan.

“Hearing ini, adalah kesekian kalinya, kami melihat permasalahan ini tidak ada itikad baik dari PT Dover. Meski selalu bersalah, kalau ditanya manajemen PT Dover beralasan sedang perbaikan maintenance atau shutdown,” katanya.

Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut mempertanyakan langkah PT Dover Chemical dalam upaya menenangkan masyarakat. Sementara, masyarakat sudah banyak yang dirugikan akibat pabrik tersebut.

Hal yang sama dikatakan anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon Ibrohim Aswadi. Politikus Partai Demokrat tersebut memiliki dokumen sejak 2016, bahwa PT Dover selalu melakukan kesalahan dalam mengelola pabrik. Oleh karena itu, dia mendesak PT Dover Chemical segera melakukan relokasi permukiman warga sekitar.

“Sejak 2016, PT Dover selalu menimbulkan permasalahan, di antaranya pipa penyalur gas bocor, ada bau gas yang dihirup oleh masyarakat dan menyebabkan mereka sakit. Kejadian ini selalu berulang-ulang,” ujarnya.

Bisa dibebaskan

Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon Erick Airlangga mengatakan, industri dan masyarakat seharusnya bisa bersinergi. Artinya,keinginan dari masyarakat untuk melakukan relokasi seharusnya bisa direspons dengan baik apalagi selama ini PT Dover sudah melaksanakan kesalahan berkali-kali.

“Dari hasil sidak (inspeksi mendadak) dan investigasi kami di lapangan, ada temuan yang memang kesalahan PT Dover. Salah satu solusi di mana industri tetap bertahan, adalah segera melakukan relokasi bagi warga sekitar,” ucapnya.

Sementara itu, Manager HR dan GA PT Dover Chemical Dade menuturkan, permasalahan tersebut, sudah lama dan pihaknya serius menangani permintaan warga. Bahkan, timnya sudah mengundang konsultan untuk melaksanakan appraisal.

“Saat ini kami masih melakukan proses untuk melakukan kajian dan melihat sampai sejauh mana. Artinya, kami juga mengundang konsultan tidak gratis alias bayar. Kami ingin tahu harga lahan yang sesungguhnya. Ketika harga itu belum cocok, kami belum siap untuk menindaklanjuti dan sekarang keinginan masyarakat makin kuat untuk dibebaskan,” tuturnya.

Masyarakat, kata dia, bisa dibebaskan dengan beberapa catatan-catatan. Untuk menindaklanjuti relokasi, pihaknya perlu membicarakan dengan masyarakat. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here