Rabu, 12 Desember 2018

Relokasi Pasar Baros Belum Ada Solusi

Pemerintah Kabupaten Serang masih belum memiliki solusi untuk menangani permasalahan relokasi pedagang di Pasar Baros. Oleh karena itu, saat ini Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang melakukan penjajakan untuk mencari solusi yang tepat.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanh mengatakan, sampai detik ini masalah relokasi pedagang di Pasar Baros memang belum ada keputusan yang bersifat final. Dinas terkait pun masih terus berdiskusi dengan pemilik lahan dan pedagang.

Sebab, menurut dia, persoalan pemindahan pasar ini memang harus melibatkan para pedagangnya untuk diajak bicara. Tujuannya untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh pedagang tersebut. “Maunya seperti apa, biasanya baru kita fasilitasi,” ujarnya kepada Kabar Banten, Kamis (15/2/2018).

Tatu mengatakan, jika persoalannya tidak memindahkan pasar maka itu akan jauh lebih mudah. Semisal pasar dibangun lalu kemudian pedagangnya dipindahkan sementara. Setelah pasar jadi pedagang dikembalikan. “Tapi kalau secara permanen mau dipindahkan itu harus didiskusikan. Jangan sampai kegagalan kemarin terulang. Jadi belum ada solusi belum ada yang final, kadis masih minta masukan ke bawah dan penjajakan,” tuturnya.

Ia mengatakan, gagalnya relokasi pasar tersebut pada tahun sebelumnya dikarenakan penanganannya oleh swasta. Dimana pasar tersebut harus dibeli oleh pedagang ketika pindah. “Mungkin kalau tidak harus beli mah mereka pada mau,” ucapnya.

Lahan alternatif

Pihaknya pun masih melihat beberapa alternatif lahan yang akan digunakan untuk relokasi pasar tersebut. “Misalkan kami lihat lahan ke belakang masih mungkin untuk mundur, tapi kalau mungkin pemda harus berhitung punya tidak anggarannya. Atau pedagang sepakat tidak dengan pemilik lahan jika dibangun terus dibeli,” katanya.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang Abdul Wahid mengatakan, untuk saat ini rencana pemindahan pasar tersebut baru ada anggaran untuk lahan saja. “Jadi belum sampai relokasi, kami baru ada anggarannya di tahun 2018 untuk beli lahan,” ujarnya. Saat ini, kata dia, lokasi tersebut masih dikaji oleh pihakn ketiga. Mana lokasi yang baik apakah yang berada di belakang pasar atau lahan lainnya. “Kita melalui pihak ketiga pengkajiannya,” ucapnya.

Dari hasil kajian itu, kata dia, akan dilihat lokasi mana yang punya nilai ekonomis. Misalnya lahannya murah, kemudian pedagang pun tidak akan menolak jika dipindahkan. “Kajiannya sudah berjalan di 2017, sekarang kita mau lihat sama tim apresial mana yang cocok. Jadi kota punya 4 alternatif lahan. Dari 4 itu mana yang murah dan cocok,” tuturnya.

Sebelum menentukan lahan, pihaknya pun akan melibatkan para pedagang untuk bermusyawarah. Untuk mengantisipasi adanya penolakan saat dipindahkan, pihaknya pun akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu. “Makanya kita kaji dulu, kalau sudah enggak ada masalah ya kita beli. Agar tidak mubazir maka semua diikut sertakan,” ucapnya. (Dindin Hasanudin)***


Sekilas Info

MTQ Pelajar Ditutup, Para Juara Diminta Terus Belajar

SERANG, (KB).- Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Pelajar tingkat Provinsi Banten II resmi ditutup. Kegiatan berlangsung selama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *