Relawan LAZ Harfa Diasah Menulis

Direktur LAZ Harfa Banten, Indah Prihanande (lima kanan) memberikan cinderamata kepada Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat (HU Kabar Banten) Rachmat Ginandjar pada kegiatan Workshop Literasi dan Jurnalistik denganj tema "Membangun Budaya Menulis Bagi Amil LAZ Harfa Banten", di salah satu tempat makan Kota Serang, Selasa (19/12/2017).*

SERANG, (KB).- Relawan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Harapan Dhuafa diasah kemampuan menulis, untuk mendukung kegiatan mereka yang kaya akan pengalaman di lapangan saat menjalankan gerakan sosial di masyarakat. Selain menjalankan tugas sebagai relawan amil zakat di LAZ Harfa, mereka kami dorong memiliki kemampuan menulis.

Baik dalam melaporkan kegiatan dalam bentuk berita maupun tulisan-tulisan yang menyentuh kemanusiaan (human interest), menggugah jiwa dan inspiratif, kata Direktur LAZ Harfa Banten, Indah Prihanande saat membuka Workshop Literasi dan Jurnalistik dengan tema “Membangun Budaya Menulis Bagi Amil LAZ Harfa Banten”, di salah satu tempat makan Kota Serang, Selasa (19/12/2017).

Hadir dalam acara tersebut Ketua Yayasan Harfa Banten Mulyadi Firdaus dan Manajer Fundraising Humas & Media LAZ Harfa , Mukarromi. Acara itu juga menghadirkan Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat (HU Kabar Banten) Rachmat Ginandjar sebagai narasumber. Indah mengatakan, setiap relawan memiliki potensi untuk menulis mengingat mereka bergelut dengan berbagai permasalahan dan keadaan di lapangan.

Selama ini, tutur dia, para relawan menulis baru di laman facebook dan lainnya, belum dituangkan dalam bentuk berita maupun tulisan ringan lainnya. Padahal, ujar dia, catatan relawan tersebut sangat berharga.  Ia mencontohkan, saat relawan melaksanakan program sosialisasi kesehatan, justru menemukan adanya sekolah yang hanya berdindingkan bambu. “Tentu, ini kan banyak bahan untuk ditulis,” ucapnya.

Indah menuturkan, tulisan-tulisan relawan nantinya kalau sudah konsisten bisa disusun untuk pembuatan buku. Dalam workshop ini, pihaknya menghadirkan narasumber dari Tim Redaksi Kabar Banten.  Menurut dia, peserta workshop dibekali materi mengenai jurnalistik media cetak, online, digital dan media sosial (medsos). “Mudah-mudahan setelah mengikuti pelatihan ini, mereka akan mengasah kemampuan menulisnya,” ucapnya.

Ketua Yayasan Harfa Banten Mulyadi Firdaus mengatakan, acara workshop kepenulisan tersebut sangat penting karena perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat. ”Ini juga bagian dari upaya meningkatkan kemampuan SDM relawan. Mudah-mudahan dengan giatnya mereka menulis, gaung gerakan sosial akan makin menggema kepada seluruh elemen masyarakat. Tulisan mereka merupakan amal jariah bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat (HU Kabar Banten) Rachmat Ginandjar, dalam kegiatan tersebut memaparkan tentang dunia pers, baik dari sisi landasan hukum, pengertian pers, kode etik pers, dan perkembangan hingga kini. Salah satu yang disampaikan Rachmat yakni mengenai jurnalistik profetik.

Menurut pria yang akrab dipanggil Ragin ini, kata profetik berasal dari bahasa Inggris prophetic. “Artinya adalah kenabian. Karena itu, jurnalisme profetik adalah jurnalisme kenabian. Maksudnya, jurnalisme yang meneladani akhlak dan perilaku mulia para nabi dan rasul dari semua agama,” ucapnya.

Ragin mengatakan, jurnalistik profetik tentu harus gencar dilaksanakan, sehingga pers akan mampu menuntut terwujudnya masyarakat yang memiliki akhlak mulia. Ia sangat apresiasi pihak LAZ Harfa Banten yang mendorong para relawan untuk memiliki kemampuan menulis. “Ini upaya yang sangat mulia. Dengan potensi yang ada, saya optimistis para relawan LAZ berpotensi menjadi penulis andal,” kata Ragin. (MH)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here