Rektor Asing Diminta Ikuti Mekanisme Indonesia

Sholeh Hidayat.*

SERANG, (KB).- Munculnya rencana Menteri Riset Teknologi Perguruan Tinggi (Menristekdikti) untuk mendatangkan rektor asing ke beberapa perguruan tinggi di Indonesia mendapatkan sejumlah tanggapan.

Salah satunya diharapkan agar keberadaan rektor asing tersebut harus mengikuti mekanisme perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Hal itu diungkapkan Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Sholeh Hidayat.

Menurut dia, program rektor asing tersebut juga pernah dilakukan oleh negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia. Untuk mendatangkan rektor asing, tentunya harus diimbangi dengan kualitas mereka.

“Rektor asing tersebut harus berpengalaman serta pernah menjadi rektor di universitas. Saya tidak mempermasalahkannya, sepanjang mengikuti mekanisme yang ada dan tidak menjadi masalah. Dengan catatan, dia pernah menjadi rektor di universitas ternama, berprestasi serta menyuarakan pengalamannya,” kata Sholeh di ruang kerjanya, Rabu (14/8/2019).

Ia mengatakan, rektor asing tersebut harus mengikuti tradisi akademik yang sudah berlangsung di perguruan tinggi Indonesia. Tentu kedatangan rektor asing tersebut bisa saja menimbulkan permasalahan, khususnya pada kultur atau budaya.

“Yang penting rektor asing tersebut harus memahami kultur yang di Indonesia. Selain itu, harus beradaptasi cepat memahami kultur di Indonesia. Bukan hanya orang-orang asing tetapi harus orang-orang yang sudah teruji pernah memimpin universitas di luar yang berprestasi,” ujarnya.

Ia mengatakan, yang penting ada satu kesepakatan dan pemahaman bersama dengan rektor asing tersebut, untuk tetap berpijak pada landasan filosofi pendidikan, landasan filsafat bangsa.

“Semangat kerja kalau di negara-negara maju sebagai etos kehidupan, tentu memberikan dampak yang positif bagi masyarakat di Indonesia untuk bekerja keras,” tuturnya. (DE/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here