Rehabilitasi Jaringan Irigasi Cipeundeuy, Kejanggalan Terus Bermunculan

LEBAK, (KB).- Dugaan kejanggalan pada pelaksanaan pekerjaan di Daerah Irigasi Cipeundeuy
betulan Kampung Sarongge, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, bermunculan. Kali ini pelaksanaan kegiatan pekerjaan sarana penunjang sawah di desa tersebut diduga
keliru. Dalam pengumuman pemenang, ULP rehabilitasi jaringan irigasi (DAK) nomor: 600/309-POKJA/PP/ PUPR/SDA/III/2017 tanggal 17 Maret 2017 tentang penetapan pemenang lelang tertulis kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi (DAK) berlokasi di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Malingping. Namun dalam pelaksanaannya pekerjaan jaringan irigasi desa tersebut pembangunannya baru jaringan irigasi.

”Saya tidak tahu karena baru melihat pengumuman lelangnya. Kalau di lapangan sih pekerjaannya membangun baru kang,” ujar Kepala desa (Kades) Cipeundeuy Kecamatan Malingping, Hambali SH dalam pesan tertulisnya melalui WhatsApp ketika ditanya soal pelaksanaan pekerjaan proyek yang didanai DAK sebesar Rp 338.138.000 tersebut. Terpisah kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) SDA wilayah selatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak, Saprudin, saat dihubungi melalui sambungan telepon genggamnya mengatakan, tidak tahu menahu mengenai pekerjaan pada jaringan irigasi di Desa Cipeundeuy dengan dalih karena selama ini tidak mendapat perintah maupun diajak meninjau.

”Saya tidak tahu kang, karena sekalipun saya UPT nya belum pernah ada yang mengajak ke sana. Mungkin karena saya bukan pengawasnya,” katanya. Ketika ditanya soal adanya kejanggalan dalam pelaksanaan pekerjaan dan penggunaan material, Saprudin tidak bisa memberikan penjelasan secara detail karena belum pernah meninjau ke lokasi. ”Kalau seperti itu, tidak baik atau bahkan tidak sesuai besteknya,” ujarnya singkat ketika ditanya soal adanya dugaan penggunaan material batu berkulit yang diperoleh dari kali di sekitar lokasi kegiatan.

Diberitakan sebelumnya, proyek rehabilitasi jaringan irigasi (Daerah Irigasi/DI) Cipeundeuy betulan di Kampung Sarongge, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Malingpng, Kabupaten Lebak, yang didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 338.138.000 disoal. Hal itu beralasan karena pelaksanaan pekerjaan proyek di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tersebut diduga menggunakan material tidak sesuai dengan spek dan tidak transparan. Sementara itu, Kepala Bidang Irigasi pada Dinas PUPR Kabupaten Lebak, Dade Yan Apriandi menegaskan, pekerjaan dan material yang digunakan pada pelaksanaan kegiatan rehabilitasi DI tersebut sudah sesuai. ”Apa yang tidak sesuai. Kalau batu menurut saya itu sesuai,” ucap Dede Yan saat dihubungi melalui sambungan telepon genggamnya beberapa waktu lalu. (H-34)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here