Rehabilitasi Daerah Irigasi Cibinuangeun Segera Dilaksanakan

ilustrasi

DINAS Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banten, tahun ini akan segera melaksanakan pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Cibinuangeun, Kecamatan Wanasalam.

Hal itu menyusul telah dilaksanakannya sosialisasi konstruksi yang digelar di Aula Kantor Desa Cipeucang, Kecamatan setempat, Kamis (13/6/2019).

Acara sosialisasi dihadiri Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Pusat-Daerah (TP4D), Camat Wanasalam, Cece Saputra, Camat Malingping Sukanta, sejumlah kepala desa (Kades), tokoh masyarakat dan petani.

Camat Malingping Sukanta mengatakan, berdasarkan hasil sosialisasi, pembangunan rehabilitasi DI Cibinuangeun didanai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Banten tahun 2019 melalui DPUPR Banten Bidang Pengelolaan Jaringan Pemanfaatan Air (BPJPA) sebesar Rp 15.831.900.000. Pelaksanaannya direncanakan akan dimulai tahun ini.

”Kami sangat menyambut baik kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi DI Cibinuangeun. Kami berharap, melalui kegiatan pembangunan ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani sebagai penerima manfaat,” kata Sukanta.

Menurutnya, upaya seperti ini agar terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Sebab, masih ada jaringan irigasi serupa, kewenangan Provinsi Banten yang harus mendapat perhatian serius, salah satunya seperti DI Cilangkahan satu. “Kami harap program semacam ini terus berkelanjutan,” ucapnya.

Kepala seksi PJPA DPUPR Banten, Hepi menjelaskan, proyek ini merupakan upaya Pemprov Banten dalam rangka mendorong kesejahteraan masyarakat petani. Proyek rehabilitasi ini akan dikerjakan oleh PT Mahkota Ujung Kulon (MUK). Anggarannya yaitu sebesar Rp 15.831.900.000.

“Sesuai penandatanganan kontrak pelaksanaannya dimulai per 14 Juni 2019, dan berakhir per 29 November 2019,” katanya.

Maksimalkan fungsi irigasi

Pekerjaannya, lanjut dia, dari hulu yakni BPT 1 hingga BPT 3 meliputi penggantian pintu inti, merehabilitasi secara permanen talang-talang yang selama ini menggunakan pasangan bantu.

Berdasarkan pendapat konsultan harus digunakan borfiled. Sehingga, menggunakan bire pile. “Ini semua dilakukan sebagai upaya untuk memaksimalkan fungsi jaringan irigasi DI Cibinuangeun,” ujarnya.

Sementara, Direktur PT MUK Arif Jimy mengatakan, selaku pelaksana pihaknya akan berupaya maksimal dengan melaksanakan pekerjaan sesuai kaidah-kaidah yang ditentukan dalam kontrak, baik teknis maupun waktu pelaksanaan. ”Selain itu, kami juga akan mengedepankan kearifan lokal dan sumber daya lokal sesuai spesifikasi teknis yang telah ditentukan,” katanya. (Dini Hidayat)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here