Regulasi Kenaikan TPP ASN Kota Serang Digodok, Indikator Pemotongan Bisa Bertambah

SERANG, (KB).- Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Serang akan naik pada 2020 mendatang, bahkan saat ini regulasinya sedang digodok. Kenaikan tersebut, tentu harus disertai dengan tingkat disiplin dan kinerja yang baik dari pegawai.

Inspektur Kota Serang Yudi Suryadi mengatakan, jika ASN Kota Serang banyak yang tidak disiplin, maka akan ada pemotongan TPP setiap bulannya. Hal tersebut sesuai Peraturan Wali Kota (Perwal) Serang Nomor 37 Tahun 2018 tentang tata cara pemberian tambahan penghasilan aparatur sipil negara di Lingkungan Pemerintah Kota Serang.

“Di antaranya seperti masuk kerja tidak sesuai aturan tanpa keterangan tanpa izin,” katanya, Jumat (20/9/2019).

Terkait rencana kenaikan tersebut, ujar dia, saat ini regulasi sedang digodok. Kemungkinan, dalam aturan tersebut, indikator pemotongan TPP juga akan ditambah poin-poinnya.

“Perwal Nomor 37 Tahun 2018 sedang digodok, ke depan bisa saja ditambah indikator (pemotongannya),” ucapnya.

Ia menuturkan, inspektorat terus melakukan pengawasan internal terhadap disiplin pegawai. Saat ini, karena aturan masih dalam penggodokan. Belum semua organisasi perangkat daerah (OPD) menerapkan pemotongan TPP bagi pegawainya yang tidak disiplin. Namun, ke depan, aturan tersebut, harus benar-benar diterapkan.

“Justru, kami mengupayakan, supaya semua melaksanakan itu,” tutur mantan Kabag Hukum tersebut.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Serang Ritadi B Muhsinun membenarkan, saat ini perwal itu sedang dalam penggodokan. Namun, terkait data ASN yang tidak disiplin, dia menyatakan masih mengumpulkan data.

“Kota Serang sih bagus gak ada masalah, besok saja Senin di kantor, memang ada beberapa ASN yang ditangani, nanti cari data dulu biar pas,” katanya.

Sementara itu, dalam Bab IV pasal 7 Perwal Nomor 37 Tahun 2018 tertuang pemotongan TPP ASN dilakukan terhadap tunjangan dinamis berdasarkan hasil perhitungan ketidakhadiran pegawai.

Pemotongan tunjangan dinamis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan kepada ASN yang terlambat masuk kerja dikenakan pengurangan sebesar 0,5 persen untuk setiap harinya, ASN yang pulang cepat dikenakan pengurangan sebesar 0,5 persen untuk setiap harinya, ASN yang tidak masuk kerja dikenakan pengurangan sebesar satu persen untuk setiap hari.

Kemudian, ASN yang tidak mengikuti acara peringatan hari besar yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Serang dikenakan pengurangan sebesar 0,5 persen untuk setiap kegiatannya. Pemotongan TP-PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dihitung berdasarkan 40 persen dari Tunjangan Dinamis tarif TP PNS yang ditetapkan.

Pengurangan TPP-ASN terhadap pegawai dikecualikan apabila melaksanakan tugas kedinasan berdasarkan surat perintah tugas dan/atau memberikan alasan lain yang dibuat tertulis dan dengan izin atasan langsung. (Masykur/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here