Refocusing Anggaran Penanganan Covid-19, Kebutuhan Dasar Jangan Dikesampingkan

LEBAK, (KB).- Anggota Komisi IV DPRD Lebak Dian Wahyudi mengingatkan, pemerintah daerah cerdas dalam melakukan refocusing anggaran penanganan Covid-19. Refocusing sebaiknya tidak mengenyampingkan kebutuhan dasar masyarakat.

“Sebaiknya tidak seluruh pekerjaan dalam sebuah program dibatalkan untuk refocusing Covid-19. Contoh saja program bedah rumah, itu kan seluruhnya dibatalkan. Setidaknya walaupun dibatalkan, tapi tidak semua. Lalu perbaikan dan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tahun ini sama sekali tidak dilakukan,” kata Dian Wahyudin, Kamis (14/5/2020).

Menurut dia, semestinya refocusing anggaran tidak mengenyampingkan program atau kebutuhan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Sebab, masih banyak yang bisa direfocusing daripada memangkas habis anggaran dalam sebuah program.

”Kan bisa setengahnya jangan sampai semua dihabiskan. Tanggal 18 kami mau reses nih, kami enggak punya jawaban saat nanti ditanya masyarakat usulan mereka enggak ada yang terealisasi,” tuturnya.

Pengawasan pun menjadi tidak maksimal karena refocusing di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak melibatkan komisi sebagai mitra kerja.

”Nanti di perubahan kami akan panggil (OPD) untuk rapat dengar pendapat (RDP). OPD harus cerdas melakukan refocusing, jangan sampai seluruh anggaran untuk sebuah program itu dipangkas,” katanya.

Diketahui, refocusing anggaran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 berimbas pada batalnya beberapa program dan kegiatan di tahun 2020 yang sudah direncanakan.

Pada tahap pertama refocusing, Pemkab Lebak merealokasi anggaran sebesar Rp 160,35 miliar. Refocusing tahap kedua bisa saja dilakukan jika anggaran tersebut dirasa belum mencukupi. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here