Jumat, 19 Oktober 2018

Redistribusi Guru Belum Dipastikan

SERANG, (KB).- Pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Serang belum merencanakan redistribusi guru di 2018. Saat ini saja, jumlah guru di Kota Serang masih mengalami kekurangan, karena banyaknya guru yang sudah memasuki masa pensiun. Pihak Disdik masih melakukan pendataan untuk mengecek sekolah mana yang masih kekurangan dan kelebihan guru, baru kemudian didistribusikan.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Wasis Dewanto menuturka, redistribusi itu dilakukan untuk wilayah yang kelebihan guru dan siap untuk dipindahkan ke wilayah lain yang kekurangaan. Pada 2018 ini redistribusi guru belum ada dan yang akan di pindahkan itu harus aparatur sipil negara (ASN).

“Tidak ada guru yang akan diredistribusi di tahun ini. Redistribusi guru yang sangat mendesak untuk dilakukan guna meratakan akses dan mutu pendidikan di wilayah tersebut. Kami lihat dulu mana sekolah yang kelebihan guru tentu akan kami redistribusikan dan berkordinasi dengan pusat,” katanya, Ahad (31/12/2017).

Ia mengatakan, redistribusi guru harus tepat dan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan guru harus ada koordinasi dengan pusat. Hal tersebut dimaksudkan, agar guru yang bersangkutan mau untuk dipindahkan dan mengabdi di sekolah yang baru. “Harus mau untuk dipindahkan dan guru terkena kebijakan tersebut harus mau mengabdikan dirinya di sekolah baru. Untuk meningkatkan mutu pendidikan yang ada di wilayah tersebut, agar tidak terjadi penumpukan guru yang ada di suatu wilayah tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikbud), Hamid Muhammad menuturkan, jumlah guru yang akan diredistribusi masih dalam pendataan Disdik provinsi, kota, dan kabupaten. Guru yang terkena kebijakan tersebut diusahakan untuk pindah ke sekolah baru yang masih berada dalam satu zona.

“Berdasarkan zona sejalan dengan program prioritas pemerintah yang pada tahun ajaran 2017/2018 mulai menerapkan sistem zonasi. Baik dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) maupun ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Kalau satu zona sudah berebeih, maka harus pindah di luar zona, kami juga harus memikirkan, bahwa guru itu juga punya keluarga,” ucapnya. (DE)***


Sekilas Info

SMK Pembangkit Listrik Pertama Di Banten Ada Di Tangsel

TANGERANG, (KB).- Pertama di Provinsi Banten, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) teknik pembangkit tenaga listrik berdiri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *