Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 Pemprov Banten Tembus Rp 287 Miliar

SERANG, (KB).- Pemprov Banten telah merealisasikan anggaran penanganan Covid-19 hasil pergeseran APBD tahun anggaran 2020 sebesar Rp 287.805.695.803. Total nilai tersebut terserap untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos) Banten.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banten, Rina Dewiyanti mengatakan, nilai anggaran yang terserap oleh BPBD sebesar Rp 7.368.063.900, Dinkes Rp 186.599.931.903, dan Dinsos utamanya untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) Rp 93.837.700.000.

“Realisasi anggaran untuk penanganan Covid-19 yang dianggarkan pada BTT diusulkan oleh tiga OPD,” katanya, Senin (1/6/20202).

Namun, dirinya tak membeberkan berapa total anggaran penanganan Covid-19 Pemprov Banten hasil pergeseran APBD TA 2020. Dia menjelaskan Pemprov Banten berencana kembali melakukan pergeseran anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Ya ada (rencana kembali melakukan pergeseran anggaran),” ujarnya.

Berdasarkan catatan wartawan, Pemprov Banten terhitung sudah tiga kali melakukan pergeseran APBD TA 2020 yang masuk pada pos belanja tidak terduga. Jumlah anggaran hasil pergeseran pertama kurang lebih Rp 161 miliar.

Kemudian untuk tahapan kedua di atas Rp 1 triliun. Sementara untuk tahap III belum disampaikan secara resmi berapa nilai pastinya. Sebelumnya, Rina menyebut nilainya dimungkinkan mencapai Rp 2 triliun.

Anggaran hasil pergeseran tersebut digunakan untuk beberapa kebutuhan, antara lain kebutuhan bidang kesehatan, JPS, pencegahan Covid-19, dan pemulihan dampak ekonomi.

Rina menjelaskan, jika anggaran penanganan Covid-19 yang sudah dialokasikan tak seluruhnya terpakai, pihaknya akan menggeser kembali sesuai dengan prioritas dan urgensinya.

“Kami akan realokasi kembali sesuai prioritas dan urgensinya,” kata mantan Kepala BPKAD Lebak ini.

Sementara, Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinsos Provinsi Banten Budi Darma Sumapradja mengatakan, total anggaran yang dibutuhkan untuk JPS Banten mencapai Rp 709.217.700.000. Anggaran ini direalisasikan untuk 421.177 kepala keluarga (KK) di Banten yang terdampak Covid-19. Besarannya, untuk KK di Tangerang Raya Rp 600 ribu, sedangkan daerah lainnya Rp 500 ribu.

“Selasa (02/6/2020) sepertinya akan ada progres signifikan (realisasi JPS). Karena Seragon (Serang-Cilegon) dan Lebak kabarnya akan mulai di minggu ini penyaluran,” katanya.

Tidak ada pembatasan penggunaan uang yang diterima oleh masyarakat. Terpenting, kata dia, bisa membantu penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan dasar selama pandemi Covid-19. Dia mengakui, ada sedikit keterlambatan penyaluran JPS dikarenakan adanya perubahan bank penyalur.

“Makanya Seragon dan Lebak baru pekan ini bisa disalurkan,” ujarnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here