Reaktivasi KA Rangkasbitung-Labuan, 900 Rumah Warga Akan Digusur

LEBAK, (KB).- Sekitar 900 rumah warga di Kabupaten Lebak-Pandeglang terdampak reaktivasi jalur Kereta Api (KA) Rangkasbitung-Labuan akan digusur. Rumah warga yang terdampak tersebut nantinya akan mendapatkan dana kompensasi dari pemerintah.

Kepala Biro Bina Infrastruktur dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Provinsi Banten Nana Suryana mengatakan, rumah atau bangunan yang akan terdampak kegiatan reaktivasi jalur KA Rangkasbitung-Labuan segmen 1 sebanyak 900 unit. Rumah warga yang terdampak itu berada di Kabupaten Lebak sebanyak 700 unit dan Kabupaten Pandeglang 200 unit.

“Sebelum pelaksanaan atau eksekusi, tentu kita melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat, khususnya yang terdampak langsung,” kata Nana Suryana saat acara sosialisasi penanganan dampak sosial kemasyarakatan reaktivasi jalur KA Rangkasbitung-Labuan segmen 1 yang digelar di Gedung As-Sakinah Kecamatan Cibadak, Selasa (9/7/2019).

Ia mengatakan, Gubernur Banten Wahidin Halim sangat konsen dengan pembangunan infrastruktur di Banten, salah satunya reaktivasi jalur KA Rangkabsitung-Labuan tersebut. Sebab, reaktivasi dapat mendorong peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya di Lebak dan Pandeglang.

“Rencana Kementerian perhubungan (Kemenhub) yang rencananya melakukan reaktivasi jalur KA Rangkasbitung-Pandeglang, tentu sangat berdampak positif bagi warga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, warga yang rumahnya terdampak reaktivasi jalur KA Rangkasbitung-Labuan akan mendapatkan kompensasi yang didanai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sebab, yang menangani pihak PT KAI sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Nilai kompensasinya bervariatif, sesuai luas bangunannya agar tidak menimbulkan kecemburuan,” ucapnya.

Bentuk tim terpadu

Pelaksanaan pembangunan reaktivasi rencananya mulai dilaksanakan tahun ini. Sebab, sudah terbentuk tim terpadu penertiban jalur KA Rangkasbitung-Labuan. Pembentukan tim terpadu berdasarkan keputusan Direktorat Jenderal Perkeretapian Kementerian Perhubungan Nomor: UM.002/17/BPWJB/I/2019.

“Tim terpadu melibatkan Pemprov Banten, Pemkab Lebak, Pemkab Pandeglang, Kepolisian dan Kodim. Kami berharap penertiban jalur KA berjalan lancar guna mendukung percepatan pembangunan daerah,” tuturnya.

Hal hampir senada disampaikan Staf Bagian Tanah dan Aset Balai Perkeretaapian Jakarta-Banten, Beri Suryana, sosialisasi dilakukan pada keluarga yang rumahnya terdampak menempati lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Kami masih menunggu proses dan tahapan dalam pendataan dan kompensasi bagi warga yang terdampak reaktivasi Kereta Api Rangkasbitung-Labuan,” katanya.

Menurutnya, pendataan dan pemetaan jalur perlu dilakukan karena jalur Rangkasbitung-Labuan sepanjang 70 kilometer dihentikan operasinya sejak 1980-an. Pembangunan reaktivasi jalur KA yang akan berdampak bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena, pengoperasian jalur KA itu secara langsung membuka akses ekonomi antara wilayah barat dengan bagian utara Provinsi Banten yang lebih maju.

Untuk segmen pertama sepanjang 18,7 kilometer antara Rangkasbitung – Pandeglang pada tahun anggaran 2019-2020. Sedangkan segmen kedua sepanjang 37,7 kilometer antara Pandeglang- Labuan pada tahun anggaran 2020-2022.

“Pengaktifan jalur kereta api segmen pertama dan kedua tersebut bertujuan untuk meningkatkan perekonomian wilayah melalui penguatan konektivitas,” ujarnya. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here