Reaktivasi Jalur Kereta Api Tahap ‘Land Clearing’

PANDEGLANG, (KB).- Kepala Bidang (Kabid) angkutan pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang Encep S memastikan, land clearing atau pembersihan lahan tahap satu sedang dilakukan untuk reaktivasi jalur Kereta Api (KA) Rangkasbitung-Labuan.

Land clearing tahap satu tersebut meliputi Kecamatan Pandeglang yang akan melalui tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Kalanganyar, Kabayan dan Kadomas.

“Dengan adanya land clearing tersebut, hasil pendataan kita jumlah yang terdampak sebanyak 127 kepala keluarga, dengan rincian Kelurahan Kalanganyar sebanyak 25 kepala keluarga, Kabayan 10 kepala keluarga, dan Kadomas 92 kepala keluarga,” kata Encep kepada Kabar Banten, Kamis (18/7/2019).

Menurut Encep, selain aktivasi rel Kereta Api Rangkas-Pandeglang, ada beberapa jalur yang akan diaktifkan kembali, seperti Saketi-Bayah, Labuan-Anyer. Reaktivasi tersebut dilakukan agar roda perekonomian pariwisata bisa berjalan.

“Sesuai dengan sosialisasi yang diadakan Dirjen Perhubungan Darat Perkeretaapian, tahap pertama dari Rangkas sampai ke Kadomas. Tahap kedua dari Kadomas ke Labuan. Nah tahap selanjutnya dari Saketi ke Bayah, tahap selanjutnya untuk menunjang pariwisata yaitu dari Labuan sampai ke Anyer,” ujarnya.

Encep mengatakan, masyarakat yang terkena dampak penggusuran land clearing tidak mendapat uang ganti rugi. Tetapi, kata dia, hanya saja akan mendapatkan uang kerohanian.

“Kita sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tinggal bagaimana masyarakat yang tinggal di jalur rel kereta api tersebut mendapatkan kerohiman,” ucapnya.

Menurut dia, dengan adanya aktivasi rel kereta api tersebut, diharapkan bisa menunjang roda perekonomian masyarakat Pandeglang. Sebab, diprediksi bisa menghidupkan sejumlah pengusaha lokal seperti untuk mengirimkan barang atau menjualnya.

“Kita sosialisasi kepada masyarakat, bahwa kereta api akan diaktivasi kembali. Nah, kereta api ini jika sudah beroperasi akan menunjang roda perekonomian masyarakat Pandeglang,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang Kurnia Satriawan mengatakan, dengan adanya reaktivasi jalur kereta api, sedikit berdampak terhadap warga yang menempati jalur tersebut.

Namun, kata dia, nanti akan ada solusi dari pemerintah pusat saat dilakukan penggusuran rumah.

‚ÄĚKalau masyarakat ada yang dirugikan dengan reaktivasi itu kan risiko, saudara saya juga kena. Tetapi nanti akan ada kebijakan dari Direktorat Jenderal perkeretaapian yang disertai dengan sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya. (Ade Taufik/IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here