Reaktivasi Jalur KA Rangkasbitung-Labuan, Pembangunan Fisik Mundur

SERANG, (KB).- Pembangunan fisik reaktivasi jalur Kerata Api (KA) Rangkasbitung-Labuan untuk segmen Rangkasbitung-Pandeglang mundur dari jadwal awal. Semula, pembangunan fisik reaktivasi tersebut dilakukan 2020, namun berubah menjadi 2021.

“Jadwal (pembangunan) di saya itu 2021. Tahun ini baru pengukuran selesai. Dan saya tanya ke teman baru mau dihitung appraisalnya,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten Tri Nurtopo, ditemui di Masjid Raya Al Bantani, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Jumat (7/2/2020).

Saat ini, kata dia, reaktivasi masih dalam tahap pembersihan lahan. Rumah warga yang akan terkena gusuran kemungkinan berjumlah 900 unit. Harga untuk ganti ruginya sudah masuk tahapan apprasial dan tinggal menunggu keputusan akhir.

“Kalau soal tanah bukan ke saya, sama juga soal bangunan. Yang jelas mereka akan mendapatkan santunan setelah dihitung appraisalnya. Nanti dilaporkan dulu ke Pak Gubernur baru dibuatkan surat keputusan (SK). Tapi nanti kami akan rapatkan lagi Selasa (11/2/2020),” ujarnya.

Tak hanya reaktivasi jalur KA Rangkasbitung-Labuan, di Banten juga akan dilakukan pembangunan double track jalur KA Rangkasbitung-Merak. Tahapannya pembangunannya juga mulai dilakukan pada 2021.

“Tahun ini peningkatan kapasitas dari Rangkasbitung ke Serang. Dan 2021 Serang-Merak. Yang diganti itu rel dan bantalannya. Kemungkinan memakan waktu satu tahun. Jadi nanti ke depan rel yang sebelumnya 40 kilometer per jam menjadi 70 kilometer per jam,” ucapnya.

Pembangunan double track jalur KA Rangkasbitung-Merak akan dimulai dengan pembebasan lahan karena menggunakan lahan baru.

“Untuk double track, saya juga pernah ngobrol dengan Pak Dirjen Perhubungan Darat, kalau double track kan harus ada pembebasan lahan dulu. Jadi sekarang peningkatan dulu. Mudah-mudahan sambil jalan dipasangkan (insfrastruktur) KRL (commuter line). Dan itu anggaran semua dari Kemenhub,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Dishub Banten Herdi Jauhari mengatakan, ada tiga jalur KA yang rencananya akan direaktivasi oleh pemerintah pusat. Di antaranya jalur Rangkasbitung-Saketi-Labuan sepanjang 56,45 kilometer, jalur Saketi – Malingping – Bayah sepanjang 100 kilometer dan jalur KA Cigading – Anyer Kidul 10 kilometer. Proses reaktivasi yang sedang berjalan untuk Rangkasbitung-Saketi-Labuan.

“Sekarang itu mau direaktivitasi dari Rangkas-Labuan, dibagi dua segmen. (Segmen) I dari Rangkas-Pandeglang 13,7 kilometer, itu tuh melewati 4 kecamatan dan 13 desa. Dari situ untuk tahun ini adalah land clearing, sebelum itu PT KAI punya tanah, lahan untuk operasional KA, karena dipakai masyarakat harus dibersihan untuk pembangunannya,” ujarnya.

Dengan adanya reaktivasi, tantangan yang selanjutnya adalah mengajak masyarakat menggunakan KA. Sebab, kecepatan KA Rangkasbitung-Labuan diperkirakan hanya 50 sampai 40 kilometer per jam.

“Harus dipercepat mungkin 80 sampai 90 kilometer per jam,” ujarnya.

Selain itu, pemprov juga ingin berkontribusi terhadap reaktivasi jalur KA dengan memperbaiki akses yang nantinya akan dijadikan stasiun. Pemprov sedang melakukan pendataan stasiun mana saja yang aksesnya perlu diperbaiki. Perbaikan ini menjadi kewenangan dishub karena di luar jalur umum yang sudah kewenangan PU.

“Disurvei dulu, ini jalannya harus dibeton, harus dilebarkan jadi tujuh meter, ada tempat parkirnya enggak? Kami bangunkan lahan parkirnya, sehingga orang akan nyaman. Itu adalah menurut kewenangan dishub karena masih kawasan stasiun bukan jalur PU. Supaya orang akses ke stasiun mudah. Kami sekarang studi, harus begini-begitu,” katanya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here