Reaktivasi Dermaga Tanjung Panto, Warga Tuntut Kepastian Point Kesepakatan

LEBAK, (KB).- Sejumlah warga menuntut komitmen dan kepastian pihak investor terkait point kesepakatan rencana reaktivasi dermaga Tanjung Panto, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam. Hal itu agar kedepan tidak ada masyarakat yang dirugikan.

Salah seorang aktivis, Hengki mengatakan, pihak investor atau perusahan saat dalam sosialisasi seharusnya menjelaskan secara detail rencana tersebut kepada masyarakat. Selain itu, ijin lingkungannya juga harus mengakomodir warga, khususnya dilingkungan dermaga tersebut.

“Kalau memang disosialisasikan dengan baik. Saya kira, kecil kemungkinan ada penolakan. Soal berapa banyak warga yang menolak itu tidak menjadi patokan ijin. Yang jelas menurut sepengetahuan saya yang namanya ijin lingkungan ada seorang warga dalam radius yang telah ditentukan ada yang menolak itu akan menjadi persoalan,” katanya.

Baca Juga : Dermaga Tanjung Panto Akan Diaktifkan

Karena itu, pihak berkompeten diminta tidak gegabah mengeluarkan ijin untuk kepentingan pembangunan dermaga atau Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS). Izin membangunnya harus ada, begitu juga dengan ijin operasional.

“Jangan sampai izin pembangunan belum ada, kegiatan sudah dilakukan atau bahkan sudah dioperasikan,” ujarnya.

Sementara, Kepala desa (Kades) Muara Kecamatan Wanasalam, Endang mengatakan, jika memang ada penolakan atas rencana reaktivasi dermaga, itu hanya segelintir orang. Sebab, umumnya masyarakat di tingkat RT dan lingkungan dermaga setuju.

“Bahkan, hal-hal lain sudah dicantumkan dalam berita acara musyawarah. Informasi yang saya terima dibangun TUKS, soal ijin katanya izin yang dulu sudah mati dan akan diurus kembali,” katanya. (DH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here