Jumat, 22 Februari 2019
Plt Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi saat merazia tempat hiburan malam, Ahad (13/1/2019) dini hari.*

Razia Tempat Hiburan Malam Bocor, Plt Wali Kota Cilegon Kecewa

CILEGON, (KB).- Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi, terkesan kecewa ketika ikut dalam kegiatan razia gabungan tempat hiburan malam di Kota Cilegon, Ahad (13/1/2019) dini hari. Sebab, Edi Ariadi mendapati tempat-tempat hiburan yang sering beroperasi hingga melewati tengah malam itu, tutup saat razia berlangsung.

Edi seakan curiga jika agenda yang diikuti para anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ini, ada yang membocorkan kepada para pengelola tempat hiburan malam. Hal itu terlihat dari beberapa pertanyaan yang dilontarkan Edi kepada sejumlah pengelola tempat hiburan malam, terkait ada tidaknya oknum yang berkomunikasi dengan mereka sebelum razia berlangsung.

Pantauan Kabar Banten, kegiatan ini dimulai dengan apel bersama di halaman Pemkot Cilegon, Ahad (13/1/2019) sekitar pukul 00.00 WIB. Hadir pada apel yang dipimpin Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi saat itu, Ketua DPRD Kota Cilegon Fakih Usman Umar, Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso, Dandim 0623 Cilegon Letkol Arm Rico Ricardi Sirait, serta Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Baroyo Eko Basuki.

”Mulai dini hari ini, Pemkot Cilegon akan tegas. Jika jam operasinya melebihi ketentuan, yakni pukul 00.00, Pemkot akan menutup tempat hiburan malam itu,” ucap Edi saat memberikan sambutan.

Usai membubarkan pasukan, Edi langsung bersiap untuk berangkat menuju lokasi razia. Namun sebelum berangkat, Edi kaget mendapat laporan jika tempat-tempat hiburan tersebut tutup. ”Tutup, masa, siapa yang membocorkan,” ujarnya.

Tak percaya akan informasi yang ia dengar, Plt Wali Kota Cilegon tetap melanjutkan perjalanan ke tempat-tempat hiburan malam. Diawali dengan mendatangi Modern Lounge (LM), Edi mendapati bahwa informasi tersebut memang benar. ”Wah, ternyata benar sudah tutup,” ucapnya.

Satu per satu room karaoke di setiap lantai gedung LM, diperiksa oleh Edi. Pada akhirnya, Edi keluar dari LM dengan ekspresi datar. ”Masalahnya, saya juga mengantongi banyak laporan jika tempat ini sering melanggar aturan jam operasi. Tapi ini kok tutup ya,” tuturnya.

Edi beserta rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Restoran Grand Krakatau, tempat hiburan malam lainnya. Di sana Edi pun mendapati tempat tersebut tidak beroperasi. Berbeda dengan LM, di Grand Krakatau, Edi dan rombongan diterima Aing, sang manajer.

Kepada Aing, Edi melontarkan pertanyaan berbau curiga. ”Katanya di sini sering buka hingga lewat tengah malam. Kok sekarang tutup, memang ada yang kasih tahu ya. Satpol PP bukan?” kata Edi bertanya.

Aing saat itu membantah mendapat bocoran dari petugas Satpol PP Kota Cilegon. Mengagetkan dari pengakuan Aing, ia didatangi petugas polisi sektor (Polsek) agar tutup sebelum pukul 00.00 WIB. ”Dari Satpol PP sih tidak ada Pak. Ada juga dari Polsek tadi siang, bilang kalau pukul 24.00 WIB saya harus tutup. Semacam imbauan begitu,” ujarnya tanpa menyebutkan secara spesifik Polsek wilayah mana.

Mendengar pengakuan Aing, Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso merespons. ”Kamu, siapa nama kamu. Coba catat namanya,” tutur Kapolres kepada ajudannya.

Edi dan rombongan pun kemudian melanjutkan kegiatan razia ke Hotel Regent, Hanna Restoran, serta King di Jalan Lingkar Selatan (JLS). Pada akhirnya, Edi mengkritik jalannya agenda razia saat itu.

”Kalau razia memang seharusnya enggak begini. Direncanakan, lalu berkelompok, ini terlalu mencolok. Jadinya kan bocor duluan. Ke depan saya minta pakai metode silent, tim kecil saja. Pantau tiap hari, kalau ada yang buka langsung catat dan foto. Biar nanti jadi dasar untuk menindak,” ujarnya.

Kepada wartawan, Edi akan memanggil seluruh pemilik dan pengelola tempat-tempat hiburan malam, Senin (14/1/2019). Pihaknya ingin membuat kesepakatan agar jam operasi tidak dilanggar kembali. ”Ini kan sudah menjadi atensi masyarakat, saya ingin memastikan agar mereka tidak lagi melanggar jam operasi. Maka itu, nanti mereka semua akan saya panggil,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso mengatakan, pihaknya mengapresiasi Pemkot Cilegon. Kegiatan tersebut, kata dia, lebih condong untuk melihat kondisi tempat hiburan malam. ”Razia saat itu bukti nyata jika Pemkot Cilegon tidak tinggal diam. Jangan dilihat hasil dari kegiatan ini, lagi pula intinya kami ingin melihat kondisi terkini terkait beroperasinya tempat hiburan malam,” ucapnya.

Terkait adanya petugas Polsek yang mendatangi Grand Krakatau sebelum adanya agenda razia, Kapolres membantah jika petugas tersebut membocorkan agenda tersebut. ”Itu bukan membocorkan, petugas itu sedang memberikan imbauan agar tempat hiburan ikuti aturan. Yakni tutup tepat pukul 00.00 WIB,” tuturnya. (AH)*

 


Sekilas Info

PMI Cilegon dan PT Chandra Asri Beri Pembekalan Relawan

CILEGON, (KB).- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon bekerja sama dengan PT Chandra Asri Petrochemical …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *