Razia Efektif Optimalkan Penerimaan Pajak

KEGIATAN Operasi Patuh Kalimaya yang digelar jajaran Polda Banten bekerja sama dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten diklaim efektif dalam meningkatkan pendapatan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

“Peningkatan pendapatan selama 10 hari operasi cukup bagus. Sangat berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan. Rata-rata Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar per hari,” kata Kepala Bapenda Banten Opar Sohari, Jumat (20/9/2019).

Menurutnya, selama pelaksanaan operasi tersebut ada masyarakat yang langsung membayar pajak kendaraannya dan ada juga yang membayar setelah beberapa hari karena terkena tilang.

“Ya totalnya sekitar Rp 10 miliar sampai Rp 11 miliar. Kami bersama Polda Banten, Polda Metro Jaya dan juga PT Jasa Raharja selaku tim pembina Samsat Provinsi Banten terus berupaya melakukan koordinasi dan evaluasi dalam pelaksanaan operasi tersebut. Salah satu tujuannya selain memberikan kesadaran keselamatan berkendaraan, juga membangun dalam hal membayar pajak,” ujarnya.

Opar mengatakan, selain menertibkan pengendara motor maupun mobil terhadap aturan lalu lintas, operasi juga menyasar para penunggak pajak. “Sehingga dapat meningkatkan penerimaan pendapatan,” ucapnya.

Pihaknya juga melakukan penelusuran terhadap keberadaan dan status kendaraan-kendaraan penunggak pajak. Menurutnya, banyaknya jumlah kendaraan yang belum melakukan pembayaran pajak menjadi potensi pendapatan yang dinilai perlu mendapatkan perhatian besar.

“Upaya penelusuran dilakukan sebagai bentuk penagihan. Melalui operasi patuh juga menjadi salah satu upaya kami menggali potensi pajak itu,” tutur Opar.

Menurut Opar, Pemprov Banten juga telah memberikan keringanan kepada wajib pajak kendaraan bermotor dengan menerbitkan Pergub Banten Nomor 17 Tahun 2019 tentang Penghapusan Sanksi Administratif atas Keterlambatan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor dan Penghapusan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Mutasi Masuk dari luar daerah dan mutasi dalam daerah.

“Setiap tahun kami rutin menyelenggarakan bulan panutan pajak dengan membebaskan denda pajak, dan ini salah satu upaya yang hasilnya cukup efektif,” katanya.

Ia mengungkapkan, dari target pajak BBNKB 75 persen pada triwulan III Tahun 2019 sebesar Rp 2,026 triliun, sudah terealisasi 61,66 persen atau Rp 1,66 triliun. Kemudian target Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pada triwulan III Tahun 2019 sebesar Rp 2,075 triliun, sudah terealisasi 71,68 persen atau terealisasi Rp 1,98 triliun.

“Target triwulan III ini sisanya sekitar Rp 91,9 miliar sampai akhir September ini bisa tercapai,” ujar Opar.

Pengawasan

Pada kesempatan itu, Opar juga menanggapi terkait pelayanan di Samsat Kecamatan Malingping yang sempat dikeluhkan masyarakat karena diduga terdapat praktik pungli dan percaloan.

Ia meminta masyarakat aktif melaporkan jika kembali menemukan praktik-praktik terlarang tersebut. “Catat namanya, laporkan ke saya. Kalau ada saya pecat,” ujar Opar tegas.

Ia mengatakan, pembinaan dan pengawasan terus dilakukan dalam rangka memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat.

“Bicara pembinaan dan pengawasan, evaluasi sudah dari dulu dilakukan. Melalui lisan saya tegaskan, surat edaran juga sudah. Awas kalau ada (oknum) saya pecat,” ucapnya. (Rifki Suharyadi)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here