Ratusan Taruna STP Digembleng Lanal Banten

SEBANYAK 406 taruna Sekolah Tinggi Perikanan mengikuti Latihan Dasar Kedisiplinan Taruna Angkatan 55, di Bagian Admistrasi Pelatihan Perikanan Lapangan (BAPPL) Kampus STP Serang, di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Senin (9/9/2019). Kegiatan tersebut bertujuan mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, disiplin, dan cinta tanah air.

Kegiatan tersebut diawali upacara pembukaan yang dihadiri Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Arpan Nasri Siregar dan Komandan Pangkalan TNI AL Banten Golkariansyah. Kegiatan akan berlangsung hingga 15 September mendatang.

Pembantu Ketua III STP Arpan Nasri Siregar mengatakan, ratusan taruna tersebut lulus dari total 4.500 pendaftar yang ikut seleksi penerimaan di sekolah tinggi kedinasan tersebut. Seleksi dilakukan secara bertahap meliputi seleksi akademis, seleksi fisik dan kesehatan, dan wawancara.

“Seleksi ini diikuti calon taruna dari seluruh wailayah Indonesia terdiri atas 21 lokasi rayon. Sesuai dengan petunjuk Kementerian Kelautan dan Perikanan, penerimaan taruna ini berasal dari 50 persen diprioritaskan untuk purta putri para pelaku usaha seperti nelayan dan lainnya. 50 persen lagi dari umum,” ujar Arpan, seusai pembukaan.

Pihaknya menggandeng Pangkalan TNI AL untuk memberikan pemahaman seputar wawasan kebangsaan, mental, fisik dan lainnya. “Di Banten ini strategis, sesuai dengan alam bahari alam laut. Maka kami bekerja sama dengan Lanal Banten,” ujarnya.

Ia menuturkan, para taruna tersebut merupakan kader-kader pembangunan perikanan dalam mengembangkan kegiatan usaha bidang perikanan. “Karena kami dibiayai oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, tentu saja kami mendukung segala program kementerian sebagaimana program pemerintah untuk menciptakan SDM unggul,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, Indonesia merupakan negara yang sangat luas dengan beragam latar belakang agama suku dan budaya. Dengan kegiatan pelatihan dasar ini para taruna diharapkan bisa menyatu dalam balutan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Oleh karena itu adik-adik taruna ini nanti akan diberikan pemahaman bagaimana mencintai bangsa ini, NKRI harga mati. Kegiatan ini juga kita akan tunjukkan bahwa tidak ada perbedaan di antara kita dalam hal membela bangsa dan memperoleh pendidikan yang terbaik,” ucapnya.

Ia menjelaskan, STP berpusat di Pasar Minggu Jakarta Selatan. Di STP Jakarta lebih pada pengolahan sumberdaya perairan. Sedangkan di BPPL Serang ini terkait teknologi akuakultur dan budidaya perikanan. “Pendidikan taruna selama 4 tahun atau 8 semester,” ucapnya.

Sementara, Komandan Pangkalan TNI AL Banten Golkariansyah mengatakan, materi yang akan diberikan kepada taruna antara lain kedisiplinan, Peraturan Baris-berbaris, wawasan kebangsaan, patriotisme, cinta tanah air. Selain itu, ada juga praktik olah raga, problem solving, dayung, dan lain-lain.
“Kegiatan pelatihan dasar ini sebagai salah satu upaya untuk membentuk karakter dan mental calon taruna agar lebih disiplin,” ujarnya didampingi Perwira Staf Potensi Maritim Lanal Banten Lettu Laut (KH) Danius A Sowong.

Sementara taruna asal Biak, Provinsi Papua Otto Yoel Bukorpioper mengatakan, bangga bisa lolos seleksi menjadi taruna STP. Ia termotivasi menjadi taruna STP karena ingin mengelola sumber daya perairan di Papua yang sangat kaya. “Saya ingin mengelola perikanan dan sumber daya laut lainnya di Papua. Karena di sana perairan sangat luas, sedangkan orang yang bisa mengelolanya sedikit,” ujarnya. (Masykur/Rifki)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here