Rabu, 12 Desember 2018

Ratusan Ribu Kendaraan Nunggak Pajak

TANGERANG, (KB).- UPT Samsat Cikokol, Kota Tangerang mencatat, ada sebanyak 231.609 unit kendaraan bermotor menunggak pajak tahunan. Hal tersebut sangat memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD). Kepala UPT Samsat Cikokol, Saripudin mengatakan, ratusan ribu kendaraan bermotor yang menunggak tersebut, di antaranya kendaraan roda dua 207.128 unit dan kendaraan roda empat 24.481 unit.

Kendaraan tersebut milik masyarakat sipil dan milik pemerintah setempat yang tersebar di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). “Angka itu kendaraan yang menunggak, termasuk kendaraan dinas pelat merah yang belum melakukan pembayaran,” katanya, Selasa (7/8/2018).

Menurut dia, pihak Samsat telah menelusuri terkait kendaraan yang menunggak tersebut. Hasilnya, didapati alasan, bahwa masyarakat sipil yang tidak membayar pajak, karena kendaraannya hilang. Sedangkan, kendaraan bermotor milik pemerintah menunggak, karena sudah tidak terpakai. Padahal, di setiap OPD memiliki anggaran untuk membayar pajak yang termasuk pada anggaran operasional.

“Setelah kami telusuri, mentok di data. Ada yang hilang atau tidak dilaporkan. Nah, untuk yang milik pemda itu kendaraan yang nganggur, harusnya dilaporkan ke kami,” ujarnya.

Selain hilang dan tidak terpakai, tentu alasan lain, adalah rasa kepedulian masyarakat dan pemerintah akan pentingnya membayar pajak sangat kurang. “Masih kurang kesadaran masyarakat terkait membayar pajak kendaraan bermotor,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan Nani Setiani, Kasie Pendataan dan Penetapan UPT Samsat Cikokol. Menurut dia, menunggaknya pajak ratusan ribu kendaraan bermotor tersebut, sangat memengaruhi PAD. Di mana pada 2018 ini, UPT Samsat Cikokol memiliki target sebesar Rp 677 miliar. “Sangat berpengaruh terhadap PAD, untuk mengatasi tunggakan pajak kendaraan tersebut, Samsat melakukan serangkaian kegiatan,” tuturnya.

Menurut dia, ratusan ribu kendaraan yang menunggak pajak tahunan tersebut, menyumbat keran PAD. Padahal, membayar pajak teramat mudah, karena pihak Samsat menggelar serangkaian kegiatan untuk memberikan pelayanan kepada wajib pajak.

Ia mengatakan, berbagai kegiatan yang dilakukan Samsat untuk menjaring para wajib pajak melaksanakan kewajibannya dengan cara penelusuran data wajib pajak sesuai alamat, melaksanakan kegiatan razia kendaraan, mengerahkan mobil Samsat keliling di 5 titik keramaian, dan membuka 9 Gerai Samsat.

“Apalagi sekarang ada bulan panutan pajak menyambut HUT RI dan HUT Provinsi Banten mulai Rabu (1/8/2018) sampai Rabu (31/10/2018). Semoga dengan adanya kegiatan tersebut, Insya Allah target tercapai,” ucapnya. (DA)*


Sekilas Info

14 Desember 2018, Operasional Truk Resmi Dibatasi

TANGERANG, (KB).- Peraturan Bupati Tangerang No. 46/2018 tentang Pembatasan Waktu Operasional Mobil Barang Pada Ruas Jalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *