Ratusan Randis Laku Dilelang Rp 900 Jutaan

SERANG, (KB).- Sebanyak 105 kendaraan dinas (randis) yang dilelang Pemprov Banten terjual Rp 924.573.662. Angka tersebut dua kali lipat dari harga limit yang hanya sebesar Rp 427.115.000. Hal tersebut terungkap saat pengumuman lelang di Aula Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banten, di KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (1/3/2018).

Hadir Kepala BPKAD Banten Nandy Mulya S dan Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Banten, Tedy Syandriadi. Dari hasil lelang, mobil truk colt diesel terjual dengan harga paling tinggi yaitu Rp 65 juta. Sedangkan satu paket kendaraan roda empat sebanyak 5 lima unit terjual Rp 75,555 juta, dan satu paket kendaraan roda dua sebanyak 72 unit terjual Rp 145,999 juta.

Hasil lelang tersebut mengalami penurunan dibanding lelang tahun sebelumnya. Tahun lalu, dari harga limit sekitar Rp 300 juta, terjual Rp 1 miliar. ”Harga limit yang menentukan appraisal, muncul angka limit Rp 424 juta. Kalau tahun kemarin harga limit Rp 300 juta, kita dapat Rp 1 miliar,” ujar Nandy.

Lelang tersebut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Banten Nomor: 024.2/ Kep.41-Huk/2018 tanggal 12 Februari 2018 tentang Penjualan Kendaraan Dinas Operasional Provinsi Banten tahun 2018. Lelang dengan metode lelang tertutup atau lelang melalui aplikasi ini merupakan kali kedua dilakukan. Ada 23 unit kendaraan roda empat dan 5 kendaraan roda dua dilelang per unit. Sedangkan 5 unit kendaraan roda empat dan 72 unit kendaraan roda dua dilelang secara paket.

”Kegiatan lelang ini sangat akuntabel transparan dan bisa dipertanggungjawabkan. Yang bersangkutan (peserta) juga mendapat informasi via email,” katanya. Ia mengatakan, lelang merupakan bentuk komitmen Gubernur Banten Wahidin Halim dalam penataan barang milik daerah (BMD).

”Yang menyelenggarakannya Kanwil DJKN Banten dengan KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang). Pak Gubernur ini sangat komitmen, salah satu di antaranya menerbitkan SK kendaraan yang akan dilelang. Beliau tidak ingin banyak kendaraan yang sudah ada usulan penghapusan dari OPD dibiarkan,” ujarnya.

Kepala Kanwil DJKN Banten Tedy Syandriadi mengatakan, lelang randis kali ini merupakan kerja sama dengan KPKNL dan Pemprov Banten. ”Pemprov Banten mengajukan lelang, setelah dicek kelengkapan lalu ditetapkan jadwal lelang, pengumuman. Harga hasil lelang sampai berkali lipat dari harga limit. Alhamdulillah, ini salah satu upaya dari KPKNL dan pemprov,” ucapnya. (RI)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here